Perkuat Ketahanan Pangan, Adi Wiryatama Ajak Masyarakat Tanam Sukun Mentega

Perkuat Ketahanan Pangan, Adi Wiryatama Ajak Masyarakat Tanam Sukun Mentega

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Adi Wiryatama, mengajak masyarakat mulai memperkuat ketahanan pangan melalui penanaman tanaman pangan lokal, salah satunya sukun mentega. 

Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan penanaman bibit sukun mentega bersama masyarakat Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kabupaten Tabanan, dikutip Selasa (19/5/2026).

“Bali punya banyak sumber pangan alternatif selain beras. Salah satunya sukun. Ini perlu mulai dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan masyarakat,” ujar politisi senior yang sempat menjabat Bupati Tabanan dua periode dan Ketua DPRD Bali ini.

Kegiatan penanaman bibit sukun mentega tersebut berlangsung sederhana namun penuh semangat gotong royong. Warga Banjar Tegeh tampak antusias mengikuti proses penanaman yang dipusatkan di lahan milik warga dan area pekarangan produktif di sekitar banjar. Sejumlah tokoh masyarakat, petani, pemuda hingga ibu-ibu PKK turut hadir membantu proses penanaman.

Menurut Adi Wiryatama, isu ketahanan pangan harus mulai menjadi perhatian serius masyarakat sejak sekarang. Ia menilai situasi global yang tidak menentu, mulai dari konflik internasional, perubahan iklim, hingga gejolak ekonomi dunia, berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan di masa mendatang.

Karena itu, masyarakat dinilai perlu mulai memanfaatkan potensi pangan lokal yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal. 

Menurutnya, Bali memiliki beragam sumber pangan alternatif yang dapat menjadi penopang ketahanan pangan masyarakat selain beras.

Ia menjelaskan, program penanaman sukun mentega tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang mendorong kader partai untuk memberi perhatian serius terhadap sektor pangan dan pengembangan pangan lokal di daerah masing-masing.

“Sukun ini salah satu tanaman yang potensial. Selain bisa dikonsumsi sendiri, nanti hasilnya juga bisa membantu ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Menurut Adi Wiryatama, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada beras semata, tetapi juga harus diperkuat melalui diversifikasi pangan dengan memanfaatkan tanaman lokal yang memiliki nilai gizi dan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Ia menambahkan, bibit yang ditanam merupakan bibit unggul yang diharapkan mulai berbuah dalam waktu sekitar lima tahun apabila dirawat dengan baik. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat tanaman tersebut agar benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Di sisi lain, masyarakat Banjar Tegeh menyambut positif kegiatan tersebut. Warga menilai penanaman pohon sukun bukan hanya bermanfaat untuk penghijauan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber pangan alternatif dan tambahan penghasilan di masa depan.

Selain penanaman bibit, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi ringan mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan dan penguatan pangan keluarga. Warga diajak membiasakan diri menanam tanaman produktif yang dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Menurut Adi Wiryatama, desa memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menilai apabila desa mampu mandiri dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangannya, maka masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi ekonomi di masa depan.

Ia juga menilai Bali masih memiliki kekuatan budaya pertanian yang cukup baik dibanding sejumlah daerah lain. Tradisi gotong royong dan sistem pertanian masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pangan lokal.

“Yang paling penting sekarang bagaimana masyarakat mau mulai menanam dan menjaga potensi pangan yang ada di sekitar kita,” ujarnya.

Adi Wiryatama berharap program penanaman sukun mentega tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan dapat berkembang menjadi gerakan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman pangan lokal secara berkelanjutan demi memperkuat ketahanan pangan di masa depan.

Share