Dari MK Hingga KPK Dibentuk untuk Rakyat

Dari MK Hingga KPK Dibentuk untuk Rakyat

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com  – Di hadapan sivitas akademika Universitas Borobudur, Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri berbagi pengalaman historisnya dalam membangun sistem hukum dan demokrasi di Indonesia. 

Megawati menegaskan bahwa seluruh lembaga negara yang lahir di masa kepemimpinannya, adalah upaya nyata untuk membumikan Pancasila.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan orasi kebangsaan dalam acara pengukuhan Prof. Dr. Arief Hidayat sebagai Profesor Emeritus bidang Hukum Tata Negara Universitas Borobudur, Sabtu (2/5/2026). 

Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo 

“Selaku Presiden Kelima RI, saya telah meletakkan kerangka sistem demokrasi dan hukum yang komprehensif. Pada masa kepemimpinan saya, lahir MK (Mahkamah Konstitusi), KY (Komisi Yudisial), BNN (Badan Narkotika Nasional), KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), hingga Densus-88,” ungkap Megawati.

Megawati menekankan bahwa pembentukan lembaga-lembaga tersebut, termasuk pelaksanaan Pemilu Presiden secara langsung, bertujuan agar legitimasi pemimpin kuat dan tetap kokoh di jalan konstitusi. 

Ia mengingatkan bahwa seorang Presiden tidak boleh membuka ruang kompromi bagi pelanggaran hukum yang bisa menurunkan kedaulatan bangsa.

Kepada sivitas Universitas Borobudur, Megawati menitipkan pesan agar mereka menjadi “intelektual organik” yang berani menyuarakan kebenaran. 

Ia membagikan filosofi pribadinya tentang lima hal pokok, yakni keyakinan, keteguhan, keberanian, kesabaran, dan kebenaran.

“Gunakan ilmu hukum sebagai alat pembebasan. Ingat prinsip Satyam Eva Jayate, pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang,” ucapnya.

Secara khusus, Megawati juga memberikan apresiasi tinggi kepada Prof. Dr. Arief Hidayat atas pengukuhannya. 

Ia menilai pemikiran mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut merupakan pengingat penting bahwa negara hukum Indonesia harus terus diperjuangkan sebagai negara hukum yang hidup dan bergerak bersama rakyat.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo 

“Selamat kepada Prof. Arief Hidayat. Semoga kita semua mampu menjaga api Pancasila dan api keadilan agar tetap menyala menuju masa depan bangsa yang bermartabat,” tandas Megawati.

Sebagai informasi, hadir sejumlah guru besar dari berbagai universitas dan tokoh dalam acara pengukuhan Profesor Emeritus bidang Hukum Tata Negara Prof. Arief Hidayat oleh Universitas Borobudur.

Diantaranya, para Profesor dan guru besar diantaranya, Saldi Isra, Mahfud MD, Yasonna Laoly hingga Zudan Arif Fakrulloh.

Lalu, Ketua MK Dr. Suhartoyo, Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto; Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo dan Bintang Puspayoga.

Share