Darurat Asap! Kapolda Kalbar Kerahkan 300 Personel Brimob, Geber Operasi Penanganan Karhutla se-Kalbar – Detiktoday.com

Darurat Asap! Kapolda Kalbar Kerahkan 300 Personel Brimob, Geber Operasi Penanganan Karhutla se-Kalbar – Detiktoday.com

Share
Share

Detiktoday.com, PONTIANAK – Kabut asap kembali mengancam Kalimantan Barat. Titik api mulai bermunculan di sejumlah wilayah. Melihat situasi tersebut, Polda Kalimantan Barat mengambil langkah cepat dengan memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Dalam apel kesiapsiagaan yang digelar di Pontianak, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H. mengumumkan pengerahan 300 personel Brimob untuk diterjunkan ke garis depan penanganan Karhutla.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan ratusan personel dan awak media, sebagaimana terlihat dalam video resmi Humas Polda Kalbar.

Ratusan anggota Korps Brimob Polda Kalbar terlihat lengkap dengan perlengkapan dan kendaraan pendukung. Mereka disiagakan selama 24 jam untuk segera diterjunkan ke sejumlah titik yang dinilai rawan kebakaran di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

“Pengerahan ini merupakan bentuk komitmen Polda Kalbar dalam mendukung Satgas Gabungan yang terdiri dari TNI, BPBD, Manggala Agni, dan Pemerintah Daerah,” tegas Kapolda.

Kapolda Alberd menjelaskan, pengerahan 300 personel Brimob tidak hanya difokuskan pada pemadaman api. Personel juga akan menjalankan patroli pencegahan serta mendukung upaya penegakan hukum dan edukasi kepada masyarakat.

Saat terjadi kebakaran, personel akan diterjunkan secara cepat ke lokasi berdasarkan laporan titik api untuk membantu proses pemadaman dan mencegah api meluas. Selain itu, patroli akan dilakukan dengan menyisir kawasan hutan, lahan, hingga desa-desa yang dinilai rawan terjadi pembakaran.

Di sisi lain, Polda Kalbar juga memastikan proses penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan tetap berjalan. Upaya tersebut akan disertai edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla.

“Kami hadir bukan hanya untuk memadamkan. Tapi juga untuk memastikan tidak ada lagi pembakaran liar, dan masyarakat paham dampaknya,” ujar Irjen Alberd.

Di tengah pengerahan pasukan, Kapolda juga menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas transportasi, serta berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.

Kabut asap akibat Karhutla dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran serta berdampak terhadap perekonomian masyarakat dan citra daerah.

“Jangan sampai karena ulah segelintir orang, jutaan warga Kalbar harus menghirup udara kotor,” tegasnya.

Dengan dikerahkannya 300 personel Brimob, Polda Kalbar berharap penanganan Karhutla di Bumi Khatulistiwa dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terpadu.

“Kekuatan Brimob akan menjadi tambahan tenaga pemukul di lapangan, memperkuat barisan TNI, BPBD, dan Manggala Agni yang sudah lebih dulu bertugas. Ini adalah komitmen nyata Polri: hadir di tengah ancaman, melindungi masyarakat, dan menjaga kelestarian hutan Kalimantan,” pungkasnya. (*)

Share