Jakarta, Detiktoday.com – 500 warga dari tiga desa di Kecamatan Bruno dan Kemiri memadati Balai Desa Pakisarum, Kecamatan Bruno, Kamis (7/5).
Kehadiran massa ini bertujuan untuk memanfaatkan program cek kesehatan dan makan siang gratis yang diinisiasi oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo.
Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo sekaligus Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, menegaskan bahwa aksi sosial ini murni merupakan bentuk kolaborasi untuk mendukung program pemerintah daerah dan provinsi, bukan bagian dari agenda kampanye politik.
Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo
“Ini bukan kampanye. Kami memilih untuk berkolaborasi dalam membantu program pemerintah daripada membiarkan warga menempuh jarak jauh ke rumah sakit. Lebih baik kami yang menjemput bola, mendekatkan layanan pengobatan gratis kepada masyarakat,” ujar Dion dalam keterangannya.
Selain fokus pada kesehatan, Dion juga merespons keluhan warga terkait infrastruktur jalan yang rusak di jalur Kemiri Lor hingga Kedungpomahan. Ia menekankan bahwa perbaikan jalan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat merupakan dua pilar utama yang tengah diperjuangkan.
“Program alus dalane (jalan halus) dan sehat wargane (warga sehat) akan terus kami dorong. Termasuk di dalamnya adalah pembebasan biaya administrasi layanan kesehatan bagi seluruh warga yang memiliki KTP Purworejo,” tambah Dion.
Kepala Desa Pakisarum, Misbah, menyambut positif kegiatan ini. Baginya, kehadiran jajaran pemerintah dan pimpinan DPRD di wilayahnya menjadi angin segar bagi aspirasi warga desa yang selama ini mendambakan perbaikan fasilitas umum.
Baca: Ganjar Ajak Semua Pihak Kompak Rajut Nilai-nilai Kebangsaan
“Kami sangat berterima kasih. Harapan kami, melalui kehadiran Bapak Bupati dan Wakil Ketua DPRD di sini, pelebaran jalan di wilayah Pakisarum dapat segera terealisasi agar ekonomi rakyat semakin sejahtera dan warga semakin sehat,” tutur Misbah.
Acara yang berlangsung tertib ini merupakan bagian dari upaya jemput bola pelayanan publik guna memastikan akses kesehatan dasar dapat menyentuh masyarakat di wilayah pelosok atau perbatasan kecamatan.