Denpasar, Detiktoday.com – Komisi VIII DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap usulan pembentukan Fakultas Kedokteran di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Denpasar, Bali.
Kehadiran fakultas baru ini dinilai strategis dalam mengintegrasikan ilmu medis dengan nilai spiritual dan budaya lokal.
Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, menegaskan bahwa UHN I Gusti Bagus Sugriwa memegang posisi krusial sebagai satu-satunya perguruan tinggi keagamaan Hindu negeri di Indonesia. Menurutnya, kampus ini harus menjadi barometer pendidikan Hindu nasional, khususnya bagi wilayah Indonesia Timur.
Baca: Ini Deretan Program Ganjar Pranowo
“Ini adalah satu-satunya kampus negeri Hindu di Indonesia yang akan menjadi barometer pendidikan nasional, terutama untuk wilayah Indonesia Timur. Salah satu langkah strategisnya adalah usulan mendirikan Fakultas Kedokteran yang berbasis nilai-nilai spiritual dan dasar keagamaan,” ujar Kariyasa saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Denpasar, Selasa (19/5).
Kariyasa menilai, kehadiran pendidikan kedokteran di UHN Sugriwa tidak hanya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, tetapi juga memberikan dampak besar bagi sektor pariwisata Bali yang kental dengan adat dan budaya.
“Bali adalah daerah pariwisata. Kehadiran fakultas kedokteran berbasis budaya ini tentu akan saling mendukung, baik untuk pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas SDM, maupun penunjang sektor pariwisata itu sendiri,” tuturnya.
Dukungan terhadap proyek strategis ini diklaim mengalir kuat dari berbagai fraksi di Komisi VIII DPR RI, mulai dari PKS, Gerindra, hingga Demokrat. Semua fraksi sepakat bahwa kebutuhan fasilitas pendidikan kedokteran ini sudah sangat mendesak (urgent).
Baca: SKY Kawal Perluasan WPR bagi Masyarakat Adat
Sebagai bentuk komitmen nyata, Kariyasa menyatakan Komisi VIII akan mengawal usulan ini dalam rapat-rapat kerja bersama kementerian terkait. Pihaknya juga siap memperjuangkan penambahan anggaran jika kondisi fiskal negara memungkinkan.
Tidak hanya berhenti di kementerian mitra, Komisi VIII juga siap lintas komisi demi mempercepat proses administrasi.
“Kami mendukung usulan ini untuk disampaikan dalam bentuk penambahan anggaran, meskipun situasi (fiskal) saat ini agak menantang. Berhubung rekomendasi dari Komisi VIII sudah keluar, targetnya tahun depan usulan ini sudah bisa berjalan. Kami akan segera berkomunikasi dengan Komisi X DPR yang membidangi pendidikan tinggi untuk koordinasi rekomendasi selanjutnya,” pungkas Kariyasa.