Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, mendesak aparat TNI bergerak cepat dan maksimal dalam memburu daftar pencarian orang (DPO) kasus dugaan pencabulan anak yang melibatkan anggota Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone. Desakan itu disampaikan menyusul belum tertangkapnya terduga pelaku hingga kini.
“Saya sangat prihatin dan terenyuh mendengar penderitaan yang dialami adik AKS. Kasus ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga menghancurkan masa depan dan rasa aman seorang anak,” ujarnya, dikutip Rabu (20/5/2026).
Menurut Sarifah, kasus dugaan pencabulan terhadap siswi sekolah dasar berinisial AKS (12) di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia menilai kasus tersebut bukan hanya menyangkut pelanggaran hukum, tetapi juga perlindungan hak anak.
Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta pemerintah, TNI, dan aparat penegak hukum memberikan perhatian penuh terhadap pemulihan psikologis korban. Menurutnya, trauma yang dialami korban dapat berdampak panjang apabila tidak ditangani secara serius.
“Trauma yang dialami AKS bisa berdampak seumur hidup jika tidak ditangani dengan serius melalui pendampingan psikologis yang memadai,” katanya.
Sarifah Ainun Jariyah turut mempertanyakan belum tertangkapnya Sertu Majid Bone setelah melarikan diri dari pemeriksaan internal di Kodim 1417/Kendari. Ia menilai TNI memiliki sistem dan perangkat internal yang seharusnya dapat bekerja cepat dalam memburu DPO tersebut.
“Kami mendorong Kodim 1417/Kendari melaksanakan upaya maksimal dalam penangkapan DPO. TNI memiliki mekanisme internal yang kuat dan harus bertindak cepat serta tegas,” ucapnya.
Kasus dugaan pencabulan itu dilaporkan terjadi pada 14 April 2026. Sehari setelah laporan masuk, Sertu Majid Bone disebut melarikan diri usai meminta izin makan malam bersama istrinya di area Kodim 1417/Kendari saat menjalani pemeriksaan internal.
Sementara itu, Komandan Kodim 1417/Kendari, Danny Arianto Pardamean Girsang, menyebut proses pencarian terhadap anggotanya masih berlangsung.
“Masih berproses mas. Mohon doanya,” ujarnya singkat, Kamis (14/5).