Detiktoday.com, MALANG – BUMN Perum Bulog terus berkomitmen dalam kesiapannya untuk berperan aktif mewujudkan target swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Hal itu sebagai langkah penguatan fungsi logistik dan manajemen pasokan, Bulog berkomitmen memastikan ketersediaan pangan yang cukup, stabil dan berkelanjutan demi ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi di tingkat petani, tetapi juga harus didukung oleh sistem penanganan pasca panen dan distribusi yang efektif.
“Bulog hadir untuk menjembatani surplus dan defisit, serta memastikan hasil panen petani terserap dengan baik dan tersalurkan hingga ke masyarakat. Ini adalah kunci agar swasembada yang dicapai dapat berlangsung lama dan berkelanjutan,” ujar Rizal, Sabtu (9/5/2026).
Dalam rangka mendukung target tersebut, Bulog menjalankan sejumlah langkah strategis, yaitu yang pertama Penyerapan Hasil Panen dengan mengoptimalkan pembelian gabah atau beras dari petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk melindungi harga di tingkat petani dan menambah stok nasional.
Yang kedua, Modernisasi Gudang sekaligus memperbaiki dan memperluas kapasitas penyimpanan agar kualitas pangan tetap terjaga dalam jangka waktu lama, mengurangi kehilangan hasil (food loss).
Ketiga, Manajemen Distribusi untuk memastikan aliran pangan lancar dari daerah surplus ke daerah defisit, serta menjamin ketersediaan di pasar melalui program-program stabilisasi harga seperti SPHP.
Dan keempat, Diversifikasi Pangan juga tidak hanya fokus pada beras, Bulog juga memperkuat pengelolaan cadangan pangan pokok lainnya seperti jagung, kedelai, dan bawang untuk mengurangi ketergantungan impor.
Sampai saat ini, kondisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog dinilai sangat aman dan mencukupi.
Stok yang besar ini menjadi modal utama untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus mendukung ketahanan pangan jangka panjang.
Bulog juga terus berkoordinasi erat dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional untuk menyinkronkan data produksi dengan kebutuhan, sehingga kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Dengan sinergi yang kuat antara upaya peningkatan produksi dan manajemen logistik yang profesional, Bulog optimis Indonesia dapat mencapai dan mempertahankan swasembada pangan yang mandiri dan berkelanjutan.