JAKARTA, Detiktoday.com – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencetak laba bersih Rp 1,5 triliun pada kuartal I-2026, jauh melampaui ekspektasi karena setara 50% dari estimasi konsensus tahun ini, sekaligus mengukir laba kuartalan tertinggi sejak kuartal I-2023.
Bandingkan dengan laba bersih GGRM pada kuartal I-2025 yang sebesar Rp 104 miliar dan kuartal IV-2025 sebesar Rp 450 miliar.
Performa laba bersih GGRM yang kuat pada kuartal I-2026 didukung oleh ekspansi margin laba kotor menjadi 16% dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 9%.
“Kami menilai kenaikan margin laba kotor tersebut kemungkinan didorong oleh kenaikan harga jual, tercermin dari penurunan proporsi cukai terhadap pendapatan menjadi 71% dibandingkan kuartal I-2025 sebesar 74%,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Everson Sugianto dalam catatannya, Kamis (30/4/2026).
Dia mengungkapkan bahwa berdasarkan observasi dari harga rokok Gudang Garam (GGRM) pada Maret 2026, terjadi kenaikan harga di produk sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT).
“Setiap kenaikan harga jual rata-rata akan langsung berdampak pada margin, mengingat tidak ada kenaikan tarif cukai pada tahun ini,” jelas Everson.
Selain itu, akun beban pokok pendapatan lainnya juga turun 34% yoy, seiring penurunan biaya bahan baku dan efek inventory movements.
Ekspansi margin laba kotor mampu mengkompensasi penurunan pendapatan GGRM sebesar 13% yoy, dengan pendapatan segmen SKM dan SKT masing-masing turun 13% yoy dan 18% yoy. Sedangkan pendapatan dari segmen konstruksi justru melejit 139% yoy.
Sementara itu, pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/4/2026), saham Gudang Garam (GGRM) ditutup menguat 1,1% ke level Rp 16.000.
Dengan begitu, dalam sepekan terakhir, saham GGRM telah melonjak 14,9% dan sebulan melejit 15,5%. Selama periode year to date (ytd), saham GGRM melesat 14,29%.