JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas diprediksi masih memiliki jalan untuk kembali rebound setelah dilemahkan oleh sentimen global.
Dikutip dari Kitco News, Jumat (24/4/2026) analis emas, sekaligus CEO & executive producer The gold Forecast, Gary Wagner menyoroti sentimen tentang geopolitik yang tidak stabil turut melemahkan posisi emas di pasar.
Salah satunya, pemblokiran Selat Hormuz yang dikenal sebagai jalur perlintasan 20% energi global terus berlangsung meski adanya langkah gencatan senjata.
Adapun ketidakpastian seputar perkembangan diskusi perdamaian antara AS dan Iran. Namun, meski dibayangi sentimen konflik di Timur Tengah, Gary melihat harga emas berpeluang kembali pulih ke zona hijau.
“Eskalasi baru apa pun dapat menghidupkan kembali permintaan safe-haven untuk emas dan mendorong harga ke kisaran US$ 4.900 – US$5.000 per troy ons yang sebelumnya telah ditargetkan oleh beberapa analis sebelum konflik pecah,” ungkap Wagner.
Menurut Wagner menambahkan, risiko pelemahan pada harga emas bergantung pada tiga sentimen yang saling berkaitan.
Sentimen pertama, adalah dimulainya kembali negosiasi AS-Iran dapat menurunkan harga minyak lebih lanjut, yang akan mengurangi tekanan inflasi dan, secara paradoks, meredam salah satu penopang utama emas bahkan ketika pasar yang lebih tenang mengurangi urgensi aset safe-haven.
Kedua , data ekonomi AS yaitu pembacaan PMI untuk sektor manufaktur dan jasa, bersama dengan klaim pengangguran mingguan, dapat memengaruhi ekspektasi The Fed dan, secara tidak langsung, dolar AS.
Selanjutnya adalah sentimen tentang jadwal penugasan resmi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve, yang masih terkait dengan dinamika politik termasuk kebuntuan di Senat atas penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap Ketua Fed saat ini, Jerome Powell.