JAKARTA, Detiktoday.com – Meskipun terjadi volatilitas signifikan di pasar emas selama kuartal pertama 2026, Freeport (NYSE: FCX) memulai musim pendapatan dengan kinerja positif.
Dikutip dari Kitco News, Jumat (24/4/2026) Freeport melaporkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada saham biasa sebesar US$ 881 juta, atau us$ 0,61 per saham.
Produsen tembaga dan emas itu juga mencatat laba bersih yang disesuaikan dan diatribusikan pada saham biasa sebesar US$ 830 juta, atau US$ 0,57 per saham.
Adapun pendapatan Freeport yang juga meningkat menjadi US$ 6,23 miliar, dari US$ 5,73 miliar di tahun sebelumnya, sementara arus kas operasional meningkat menjadi US$ 1,5 miliar.
Disebutkan, laporan perusahaan menunjukkan bahwa harga emas yang tinggi ikut berperan dalam meningkatkan pendapatan.
Freeport menyoroti, mereka melihat rata-rata harga emas di US$ 4.889 per ons selama kuartal pertama, atau naik signifikan dari US$ 3.072 pada tahun sebelumnya.
Penjualan emas Freeport sendiri mencapai 121.000 ons, melebihi perkiraan internal, sebagian besar karena waktu pengiriman emas olahan di Indonesia.
“Hasil keuangan kuartal pertama kami mencerminkan kekuatan portofolio kami yang terdiversifikasi, dengan pertumbuhan pendapatan, arus kas, dan laba dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu, meskipun kapasitas operasi kami di Indonesia berkurang,” kata Kathleen Quirk, Presiden dan Kepala Eksekutif Freeport.
“Tim global Freeport berfokus pada pemulihan operasi di Grasberg secara aman dan berkelanjutan, mendorong teknologi baru dan program efisiensi untuk meningkatkan profitabilitas operasi kami di Amerika, dan mengejar portofolio opsi pertumbuhan organik yang sangat menarik untuk menghasilkan nilai bagi pemegang saham,” tuturnya.
Meskipun harga komoditas yang lebih tinggi mendorong pendapatan, perusahaan melaporkan penurunan produksi. Freeport mengatakan produksi emasnya pada kuartal pertama turun menjadi 97.000 ons dari 287.000 ons tahun yang lalu, mencerminkan penurunan produksi dari tambang Grasberg di Indonesia setelah musibah longsor pada September 2025.