Tuti Turimayanti Tekankan Pengelolaan Aset Daerah sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat

Share
Share

Detiktoday.com – Anggota DPRD Jawa Barat, Tuti Turimayanti, menegaskan pentingnya pengelolaan aset daerah yang lebih efektif guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai, potensi aset milik pemerintah daerah di Jawa Barat masih belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki nilai strategis dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Tuti, aset daerah tidak seharusnya hanya menjadi catatan administratif, melainkan harus dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Ia menyebut, dengan strategi yang tepat, aset daerah dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Aset daerah harus dipandang sebagai peluang, bukan beban. Dengan pengelolaan yang profesional, aset ini dapat mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah aset seperti lahan kosong, bangunan yang tidak dimanfaatkan, hingga fasilitas publik yang terbengkalai, dapat dioptimalkan melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga. Kolaborasi dengan sektor swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dinilai dapat mempercepat pengembangan aset, selama tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Tuti juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem pendataan aset. Ia menyebut, berbagai kendala seperti data yang belum akurat, status hukum yang belum jelas, serta lemahnya perencanaan jangka panjang masih menjadi hambatan utama dalam pengelolaan aset daerah.

“Pendataan harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Selain itu, ia mendorong pemerintah provinsi untuk memperkuat regulasi dalam pengelolaan aset daerah. Dengan adanya aturan yang jelas dan tegas, diharapkan proses pemanfaatan aset dapat berjalan lebih tertib serta memberikan kepastian hukum bagi para investor.

“Regulasi yang kuat akan meningkatkan kepercayaan pihak luar untuk ikut berinvestasi dalam pengembangan aset daerah,” tambahnya.

Lebih jauh, Tuti menekankan bahwa optimalisasi aset harus tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap pengembangan aset tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial, seperti penyediaan ruang publik, pengembangan UMKM, serta peningkatan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

Ia pun optimistis, dengan pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan, aset daerah di Jawa Barat dapat menjadi pilar utama dalam mendorong pembangunan daerah.

“Kita ingin masyarakat merasakan langsung manfaat dari pengelolaan aset ini, baik dari sisi ekonomi maupun kualitas hidup,” tutupnya.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *