Hasanah.id – Peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika kembali menjadi pengingat pentingnya solidaritas antarnegara di kawasan Asia dan Afrika. Anggota DPRD Jawa Barat, Tuti Turimayanti, menilai momentum bersejarah tersebut perlu dimaknai ulang agar lebih relevan dengan kondisi global saat ini.
Ia menyampaikan bahwa konferensi yang digelar di Bandung pada 1955 merupakan simbol persatuan negara-negara yang saat itu tengah berjuang melawan kolonialisme. Namun, seiring berjalannya waktu, tantangan yang dihadapi negara-negara tersebut telah berubah secara signifikan.
Menurut Tuti, fokus perjuangan yang dahulu berkaitan dengan kemerdekaan politik kini telah bergeser pada penguatan kemandirian ekonomi dan pembangunan kerja sama yang lebih setara. Ia menilai konsep interdependensi atau saling ketergantungan yang sehat menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
“Nilai-nilai KAA harus terus dihidupkan. Saat ini tantangannya bukan lagi penjajahan, tetapi bagaimana negara-negara Asia-Afrika bisa memperkuat posisi ekonominya secara bersama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga relevansi semangat KAA. Sebagai negara penggagas sekaligus tuan rumah, Indonesia diharapkan terus mendorong terbentuknya kerja sama yang lebih konkret di berbagai sektor, seperti perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pengembangan teknologi.
Tuti menambahkan bahwa kerja sama antarnegara perlu diarahkan pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kawasan Asia dan Afrika memiliki potensi besar yang dapat dioptimalkan melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Kerja sama tidak boleh hanya bersifat seremonial. Harus ada dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat di masing-masing negara,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran Bandung sebagai kota bersejarah yang memiliki nilai diplomasi tinggi. Bandung dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai pusat pertemuan internasional yang memperkuat dialog antarnegara berkembang.
Tuti juga mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memahami sejarah KAA. Ia menilai pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah akan membantu generasi muda lebih siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis.
“Anak muda perlu memahami sejarah agar mampu mengambil peran dalam membangun kerja sama global yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.
Dengan demikian, peringatan 71 tahun KAA diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi juga momentum untuk memperkuat posisi Asia-Afrika dalam percaturan ekonomi dan politik dunia yang lebih adil dan seimbang.
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident
Leave a comment