JAKARTA, Detiktoday.com — KB Financial Group menempatkan Indonesia sebagai second mother market dalam strategi ekspansi globalnya. Posisi tersebut menunjukkan komitmen jangka panjang grup jasa keuangan asal Korea Selatan itu terhadap pertumbuhan industri keuangan Indonesia.
Direktur Utama PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP), atau KB Bank, Kunardy Darma Lie mengatakan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam peta ekspansi KB Financial Group, terutama di kawasan Asia Tenggara. Indonesia dinilai memiliki pasar yang besar, jumlah penduduk yang kuat, serta ruang pertumbuhan yang luas bagi industri jasa keuangan.
Status Indonesia sebagai second mother market, lanjut Kunardy, memberikan ruang bagi KB Bank untuk menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan global KB Financial Group. Namun, ia menegaskan KB Bank masih harus terus memperkuat kinerja agar dapat menjadi kontributor yang lebih baik bagi grup.
“Dengan penetapan sebagai second mother market, Indonesia menjadi prioritas di luar Korea Selatan. Namun, kami masih harus terus meningkatkan performa agar menjadi kontributor yang baik bagi reputasi KB Financial Group,” ujarnya.
Menurut Kunardy, dukungan KB Financial Group menjadi fondasi penting dalam transformasi KB Bank. Dukungan tersebut mencakup penguatan permodalan, penerapan praktik terbaik global, pengembangan kapabilitas digital, penguatan tata kelola, serta transfer teknologi.
“Dukungan KB Financial Group menjadi fondasi penting dalam menjalankan transformasi KB Bank,” katanya.
Direktur Keuangan KB Bank, Jang Hyuk Im mengungkapkan bahwa KB Financial Group terus memberikan dukungan terhadap proses transformasi KB Bank di Indonesia. Sejak masuk ke Indonesia, dukungan pendanaan dari KB Financial Group kepada KB Bank telah mencapai sekitar Rp50 triliun. Pada tahun ini, KB Bank juga memperoleh dukungan credit line dari kantor pusat sebesar Rp2 triliun.
Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat likuiditas, pendanaan, dan kapasitas bisnis KB Bank. Selain dari sisi pendanaan, KB Bank juga membangun sinergi dengan entitas KB Financial Group di sejumlah negara, antara lain Singapura, Hong Kong, Vietnam, dan Kamboja.
Jang menyampaikan, koordinasi dengan entitas KB di berbagai negara dilakukan secara rutin untuk menjajaki peluang cross-border deal dan sinergi bisnis regional.
Dari sisi keberlanjutan, KB Financial Group memiliki rekam jejak ESG global. Grup ini menjadi satu-satunya perusahaan jasa keuangan asal Korsel yang memperoleh peringkat AAA dalam MSCI ESG Evaluation 2024. KB Financial Group juga terdaftar dalam Dow Jones Sustainability Index World selama sembilan tahun berturut-turut pada 2016-2024 dan meraih peringkat A-List dari Carbon Disclosure Project.
Sebagai bagian dari penguatan bisnis di Indonesia, KB Bank juga terus memperluas strategi berbasis ekosistem melalui wholesale banking, retail banking, UMKM, dan digital banking. Perseroan berupaya menjadikan hubungan dengan nasabah korporasi sebagai pintu masuk untuk memperluas layanan ke pemasok, distributor, merchant, karyawan, hingga nasabah individu.
KB Bank juga memperkuat jajaran kepemimpinan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan terbaru, pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali Jung Ho Han sebagai direktur serta mengangkat Harryanto Pramono dan Muhammad Rahmat Laksamana sebagai direktur perseroan. Keduanya bergabung dengan KB Bank pada Juli 2026 dan akan efektif menjalankan tugas setelah memperoleh persetujuan fit and proper test dari Otoritas Jasa Keuangan.
Manajemen KB Bank menilai penguatan kepemimpinan, dukungan induk usaha, serta sinergi global KB Financial Group akan menjadi modal penting dalam memperkuat posisi KB Bank di industri perbankan nasional.
Dengan dukungan tersebut, KB Bank berharap dapat mempercepat transformasi, meningkatkan daya saing, dan membangun pertumbuhan bisnis yang sehat serta berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai informasi, KB Financial Group merupakan salah satu grup jasa keuangan terbesar dan terdepan di Korea Selatan (Korsel). Grup ini memiliki total aset termasuk asset under management sekitar US$942 miliar atau setara sekitar Rp16.612 triliun. KB Financial Group juga memiliki 2.019 jaringan, terdiri atas 1.449 jaringan di Korea Selatan dan 570 jaringan di 14 negara.
Grup tersebut melayani sekitar 38,7 juta nasabah atau setara 70% populasi Korsel. KB Financial Group juga memiliki peringkat kredit A1 dari Moody’s dan A dari S&P Global.
Di Indonesia, KB Financial Group melalui KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham utama KB Bank. Struktur kepemilikan KB Bank terdiri atas KB Financial Group melalui KB Kookmin Bank sebesar 67%, STIC Eugene Star Holding Inc. sebesar 17%, dan publik sebesar 16%.