NEW YORK, Detiktoday.com – Harga emas dunia kembali anjlok pada Rabu (29/4/2026), setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan sesuai ekspektasi pasar, di tengah kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harga emas ditutup jatuh 1,16% ke level US$ 4.543,72 per ons troi, dan sempat menyentuh level terendah sejak akhir Maret. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS ditutup anjlok 1,11% di posisi US$ 4.557,3 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, The Fed memutuskan untuk kembali menahan suku bunga dalam kisaran 3,5%–3,75%. Namun keputusan tersebut menjadi salah satu yang paling terbelah sejak 1992, dengan tiga pejabat menolak adanya sinyal pelonggaran kebijakan dalam pernyataan resmi.
Perbedaan pandangan ini menambah tekanan pada emas, karena pasar kini semakin memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi lebih lama.
“Adanya tiga dissent yang meminta penghapusan bias pelonggaran dalam pernyataan The Fed memberi tekanan pada emas,” ujar trader logam independen Tai Wong.
Kekhawatiran inflasi kembali meningkat seiring harga minyak global yang bertahan tinggi akibat konflik di Timur Tengah, yang turut memicu ketidakpastian pasar.
Analis City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada menyebut, arah pasar saat ini sangat dipengaruhi faktor geopolitik. “Di tengah kondisi ini, prospek emas tidak terlihat terlalu cerah,” ujarnya.
Ekspektasi Suku Bunga