JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas diperkirakan bergerak dinamis pada pekan ini seiring pelaku pasar mencermati sejumlah data penting dari Amerika Serikat (AS), mulai dari penjualan ritel hingga indikator aktivitas ekonomi dan sentimen konsumen.
Harga emas hari ini dibuka anjlok 1% ke level US$ 4.780,26 saat berita ini ditulis. Padahal, pada akhir pekan lalu, harga emas ditutup menguat 0,87% ke US$ 4.830,43 per ons troi. Sepakan lalu, harga emas melonjak sebesar 1,73%.
Dikutip dari Kitco, pasar logam mulia memasuki pekan ini dengan ketidakpastian tinggi setelah melalui periode volatil. Perubahan ekspektasi pertumbuhan ekonomi, tekanan inflasi yang masih bertahan, serta kekhawatiran resesi menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga.
Sepanjang pekan lalu, harga emas cenderung bergerak fluktuatif namun tetap bertahan di level tinggi. Investor dihadapkan pada data sentimen yang melemah di satu sisi, namun indikator ekonomi riil yang masih cukup solid di sisi lain. Sementara itu, perak mengikuti pergerakan aset berisiko dan prospek industri, sehingga kinerjanya sempat tertinggal dibanding emas.
Sentimen pasar sempat membaik setelah kabar pembukaan penuh Selat Hormuz, seiring meredanya konflik di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong minat risiko (risk appetite) meningkat, sehingga harga emas dan perak ikut menguat mengikuti lonjakan pasar saham.
Dengan meredanya ketegangan geopolitik, perhatian pasar kini beralih ke data ekonomi yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan bank sentral AS (The Fed), sekaligus menentukan arah harga emas ke depan.
Fokus Data Kunci