Pengamat Ungkap Peran Emas Sebagai Tabungan

Harga Emas Bisa Melonjak Tajam Segini Buntut Momentum Aksi Beli

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Analis memprediksi harga emas akan terangkat oleh kondisi global yang semakin terfragmentasi, karena sejumlah negara terus beralih ke logam mulia ini dan mengurangi porsi dolar AS sebagai cadangan aset.

Dikutip dari Mining.com, Rabu (29/4/2026) bank investasi asal Jerman, Deutsche Bank memproyeksi harga emas akan mencapai US$ 8.000 per troy ounce dalam lima tahun ke depan atau naik 80% dari level saat ini, seiring meningkatnya permintaan dan pembelian logam mulia oleh bank-bank sentral global.

Deutsche Bank menyoroti skenario di mana bank sentral, terutama di negara-negara berkembang terus meningkatkan kepemilikan emas sebagai jaring pengaman keuangan.

Setelah bank sentral China, Rusia, India, dan Turki, pembelian emas pun terus meluas hingga mencakup negara-negara seperti Kazakhstan, Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

Jika tren ini berlanjut, pangsa emas batangan dalam cadangan bank sentral global secara realistis dapat mencapai 40%, naik dari 30% saat ini, menurut prediksi Deutsche Bank.

Meskipun proyeksi itu bersifat konseptual dan bukan perkiraan resmi, hal ini sejalan dengan pandangan industri bank tersebut, bahwa emas akan menjadi penerima manfaat terbesar dari gerakan de-dolarisasi global karena kepercayaan terhadap aset AS terus terkikis.

Sebuah survei tahun lalu oleh World Gold Council mengungkapkan bahwa bank sentral melihat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik sebagai faktor kunci yang memengaruhi keputusan mereka untuk mengakumulasi emas.

Harga emas sendiri telah naik hampir 8% sepanjang 2026, melanjutkan momentum kuat dari pembelian bank sentral tahun lalu. Namun, harga emas telah mengalami penurunan sejak perang AS-Iran pecah, menurun dua pertiga dari kenaikannya sejak Januari, ketika harga melonjak ke level tertinggi sepanjang masa.

Share