Harga Emas dan Perak Rontok, Yield Obligasi AS Mengganas

Harga Emas dan Perak Rontok, Yield Obligasi AS Mengganas

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Momentum bullish logam mulia mengalami pukulan telak sepanjang pekan ini. Harga emas tercatat merosot hampir 4% dalam seminggu, sementara perak anjlok sekitar 13% dari level tertingginya, seiring meningkatnya tekanan dari lonjakan imbal hasil (yield) riil obligasi Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Kitco News, pelemahan tajam tersebut terjadi di tengah perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank The Fed.

Pelaku pasar kini mulai memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari sebelumnya. Bahkan, sebagian investor mulai melihat peluang adanya pengetatan tambahan apabila tekanan inflasi terus meningkat.

Perubahan ekspektasi tersebut tercermin dari lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang. Yield obligasi AS 30 tahun bahkan telah menembus level 5%, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan yield tersebut dinilai menjadi tekanan besar bagi logam mulia, terutama emas, karena meningkatkan opportunity cost aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Menariknya, lonjakan imbal hasil kali ini lebih banyak dipicu kenaikan suku bunga riil (real yields), bukan akibat meningkatnya ekspektasi inflasi jangka panjang. Dengan tingkat inflasi jangka panjang AS yang masih bertahan di kisaran 2%, pasar menilai kenaikan yield lebih mencerminkan pengetatan kondisi finansial global.

Kondisi tersebut membuat daya tarik emas di mata investor institusi mulai berkurang. Di saat yang sama, suku bunga tinggi juga membebani sentimen risiko pasar secara keseluruhan sehingga permintaan spekulatif terhadap logam mulia ikut melemah.

Tekanan Emas Berlanjut

Share