NEW YORK, Detiktoday.com – Harga emas dunia hancur lebur setelah anjlok parah pada perdagangan Jumat (5/6/2026), menyentuh level terendah dalam tujuh bulan sekaligus menghapus seluruh keuntungan sepanjang 2026.
Dikutip dari Reuters, pelemahan harga emas itu dipicu data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih kuat dari perkiraan memupus harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Harga emas spot ditutup anjlok 3,29% ke level US$ 4.328,22 per ons troi, menyentuh level terendah sejak Desember 2025. Dalam sepekan, harga emas telah merosot sekitar 4,6%.
Tidak hanya itu, harga emas dunia menghapus seluruh keuntungan yang telah dibukukan sepanjang tahun ini dan berbalik turun 0,4% secara year to date, mengingat pada 1 Januari 2026 harga emas berada di level US$ 4.348 per ons troi.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup turun lebih dalam, yakni 3,35% ke level US$ 4.353,9 per ons troi.
Tekanan besar terhadap emas datang setelah laporan tenaga kerja AS menunjukkan kondisi pasar kerja masih sangat solid. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan nonfarm payrolls bertambah 172 ribu pekerjaan pada Mei 2026, jauh melampaui proyeksi ekonom yang hanya memperkirakan kenaikan 85 ribu pekerjaan.
Kuatnya data tersebut memperkuat keyakinan bahwa bank sentral AS atau The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk meredam risiko inflasi yang dipicu lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.
“Kami mendapatkan data payroll yang jauh lebih kuat dari ekspektasi pasar. Dengan perang yang masih berlangsung di Iran serta harga energi yang tetap tinggi, sangat kecil kemungkinan The Fed akan segera menurunkan suku bunga,” ujar Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek.
Emas Tertekan