Penyebab Harga Emas Sulit Rebound Kencang

Harga Emas Melemah, Tertekan Lonjakan Harga MinyakHarga Emas Melemah, Tertekan Lonjakan Harga Minyak

Share
Share

Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack mengatakan, bank sentral AS berpotensi kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi yang sudah tinggi terus bertambah.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi penting AS, termasuk laporan ketenagakerjaan sektor swasta dan data nonfarm payrolls yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Sementara itu, data bea cukai Swiss menunjukkan ekspor emas negara tersebut pada April 2026 turun 20% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan terjadi akibat melemahnya pengiriman ke Inggris dan China, meskipun ekspor ke India dan Hong Kong meningkat.

Di India, pemerintah juga memperketat aturan impor perak dengan memasukkan bentuk butiran dan bubuk ke dalam kategori barang yang dibatasi. Kebijakan itu ditempuh untuk mengendalikan impor logam mulia sekaligus mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupee.

Adapun logam mulia lainnya turut bergerak melemah. Harga perak spot turun 0,42% menjadi US$ 74,8 per ons, platinum terkoreksi 0,56% ke US$ 1.925,03 per ons, dan paladium turun 0,24% menjadi US$ 1.371,25 per ons.

Share