BERITA POPULER: Bank Sentral Borong Emas hingga Dinamika Harga Emas Perhiasan

Harga Emas Tak Berkutik, Pasar Tunggu Dua Faktor IniHarga Emas Tak Berkutik, Pasar Tunggu Dua Faktor Ini

Share
Share

NEW YORK, Detiktoday.comHarga emas dunia nyaris tidak bergerak pada perdagangan Selasa (2/6/2026) waktu setempat, seiring pelaku pasar mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.

Harga emas spot ditutup hanya naik tipis sebesar 0,07% di level US$ 4.488,08 per ons troi. Sebelumnya, logam mulia ini sempat merosot hingga 2% pada perdagangan Senin (1/6/2026). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 0,29% ke level US$ 4.519,45 per ons troi.

Dikutip dari Reuters, analis Pasar Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan arah pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak, imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan pergerakan dolar AS, yang semuanya berkaitan erat dengan situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Untuk kembali optimistis terhadap emas, saya perlu melihat munculnya momentum kenaikan yang menunjukkan minat beli kembali meningkat. Saat ini pasar masih kehilangan arah dan cenderung menunggu katalis baru, terutama dari perkembangan di Timur Tengah,” ujar Razaqzada.

Laporan media Iran menyebutkan, Teheran tengah meninjau proposal kesepakatan yang diajukan AS untuk mengakhiri konflik. Namun, Iran disebut belum berkomunikasi dengan Washington dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi masih berlangsung.

Sejak pecahnya konflik tersebut, harga emas justru menghadapi tekanan akibat lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama.

Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen keuangan lainnya.

Menanti Data Tenaga Kerja

Share