NEW YORK, Detiktoday.com – Indeks-indeks saham Wall Street kembali kompak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Bahkan, indeks S&P 500 untuk pertama kalinya ditutup di atas level psikologis 7.600, didorong optimisme terhadap sektor teknologi dan perkembangan terbaru terkait Iran.
Dikutip dari CNBC internasional, indeks S&P 500 naik 0,13% ke level 7.609,78, menandai rekor ATH penutupan. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 228,91 poin atau 0,45% menjadi 51.307,79, setelah sempat mencetak rekor ATH intraday baru. Adapun Nasdaq Composite naik tipis 0,03% ke posisi 27.093,90.
Kenaikan Wall Street terjadi di tengah pergerakan beragam saham teknologi. Saham Alphabet turun hampir 4% setelah perusahaan induk Google tersebut mengumumkan rencana menghimpun dana US$ 80 miliar melalui penjualan saham untuk memperkuat pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 10 miliar berasal dari investasi Berkshire Hathaway.
Meski demikian, sektor semikonduktor mampu menopang penguatan pasar. Saham Marvell Technology melesat 32% setelah Chief Executive Officer (CEO) Nvidia Jensen Huang menyebut perusahaan tersebut berpotensi menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar US$ 1 triliun berikutnya.
Menurut Huang, kebutuhan konektivitas data yang semakin besar dalam pusat data (data center) membuat peran Marvell menjadi semakin penting dalam ekosistem AI.
Optimisme juga datang dari Hewlett Packard Enterprise (HPE). Saham perusahaan itu melonjak lebih dari 19% setelah merilis proyeksi kinerja kuartal berjalan yang melampaui ekspektasi analis serta menaikkan panduan kinerja sepanjang tahun. Laporan laba kuartal II HPE juga menjadi kejutan positif terbesar sejak 2018.
Sentimen Iran