Ada Aksi Jual Emas Besar-besaran

Harga Emas Meroket Tak Terbendung, Sentimen Ini Jadi Pendukung

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas kembali menguat dengan perkasa pada perdagangan hari Rabu (22/4/2026), didukung oleh tingginya minat beli pada logam mulia seiring penguatan harga minyak mentah.

Dikutip dari Kitco News, Kamis (23/4/2026) harga emas terpantau menguat 0,28% di level US$ 4.725 per troy ons. Harga emas bulan Juni terakhir naik US$ 35,10 menjadi US$ 4.753.

Kenaikan ini terjadi meskipun dolar AS menguat setelah keputusan Presiden Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata AS-Iran tanpa batas waktu.

Perkembangan tersebut memungkinkan emas untuk memulihkan sebagian dari aksi jual tajam pekan ini yang mendorong harga ke level terendah sejak 13 April 2026.

Dilaporkan, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata beberapa jam sebelum gencatan senjata yang awalnya diberlakukan selama dua pekan akan berakhir. 

“Pengumuman tersebut awalnya membuat harga emas spot melonjak hampir 1% menjadi sekitar US$ 4.755, sementara harga minyak mentah melemah karena risiko paling akut dari peningkatan kembali kebijakan moneter secara langsung mereda,” ungkap analis komoditas, Gary Wagner.

Harga emas juga menguat setelah calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh menyampaikan pernyataan yang secara luas ditafsirkan oleh para pedagang sebagai sikap hawkish. Warsh menyatakan dirinya tidak memberikan janji kepada Gedung Putih mengenai pemotongan suku bunga, dan berjanji untuk menjaga independensi bank sentral serta mendorong reformasi moneter struktural.

Saat ini, pasar memperkirakan bahwa pertemuan The Fed pada 28-29 April mendatang akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50-3,75%.

Share