NEW YORK, Detiktoday.com – Harga emas dunia rontok ke level terendah dalam hampir empat pekan pada Selasa (28/4/2026). Pelemahan itu dipicu kekhawatiran inflasi yang masih persisten setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan ketidakpuasan terhadap proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang.
Dikutip dari Reuters, di sisi lain, sentimen pasar juga tertahan menjelang hasil rapat kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan pada Rabu (29/4/2026).
Harga emas spot ditutup ambles 1,81% menjadi US$ 4.600,61 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 2 April. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup anjlok 1,8% di posisi US$ 4.608,4 per ons troi.
Tekanan terhadap emas tak lepas dari meningkatnya pesimisme pasar terhadap prospek perdamaian di kawasan tersebut.
“Hal ini kembali memicu pesimisme terhadap proses perdamaian di Timur Tengah. Pemerintahan Trump menolak tawaran terbaru Iran sehingga selat masih tetap tertutup,” ujar Wakil Presiden sekaligus Senior Strategist Logam di Zaner Metals Peter Grant.
Grant menambahkan, kondisi tersebut mendorong harga minyak naik dan kembali memicu kekhawatiran inflasi menjelang pertemuan The Fed pekan ini, yang pada akhirnya menekan harga emas ke level terendah dalam empat pekan.
Seorang pejabat AS menyebutkan, Trump tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk menyelesaikan konflik, sehingga harapan tercapainya perdamaian semakin memudar. Konflik ini telah mengganggu pasokan energi, mendorong inflasi, dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Harga minyak melonjak seiring mandeknya upaya mengakhiri perang Iran, yang membuat jalur strategis Selat Hormuz sebagian besar masih tertutup dan membatasi pasokan dari Timur Tengah. Selain itu, Uni Emirat Arab juga mengumumkan akan keluar dari kelompok produsen minyak OPEC dan OPEC+.
Tekanan Suku Bunga