Di sisi lain, harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 4% akibat ketidakpastian tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran serta belum normalnya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak dinilai dapat memicu inflasi lebih tinggi karena produsen berpotensi membebankan kenaikan biaya kepada konsumen.
Wyckoff menambahkan, secara teknikal pergerakan emas jangka pendek masih dikuasai tekanan bearish sehingga memicu aksi jual lanjutan di pasar.
Pelaku pasar kini juga menantikan rilis indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Kamis (28/5/2026) untuk mencari petunjuk arah inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed berikutnya.
Sementara itu, UBS memangkas target harga emas akhir tahun sebesar US$ 400 menjadi US$ 5.500 per ons akibat risiko berlanjut dari kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar AS.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,41% menjadi US$ 76,98 per ons, platinum melemah 0,01% ke US$ 1.965,93, dan palladium terkoreksi 0,39% menjadi US$ 1.389,59 per ons.