JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (20/4/2026) pagi. Pelemahan ini tertekan meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang kembali memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi global.
Harga emas hari ini terlihat turun 0,6% ke level US$ 4.800,64 per ons troi saat berita ditulis, sekaligus menghapus sebagian penguatan yang terjadi pada pekan sebelumnya.
Dikutip dari TradingView, pelemahan ini dipicu eskalasi terbaru konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman, setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan saat meninggalkan kawasan Hormuz.
Di sisi lain, Iran dilaporkan turut menargetkan kapal-kapal di kawasan tersebut dan kembali menegaskan kontrol atas Selat Hormuz. Teheran menilai langkah blokade AS terhadap kapal yang terkait Iran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Meski demikian, Trump masih membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dalam putaran perundingan berikutnya yang direncanakan berlangsung di Pakistan. Namun, pihak Iran disebut pesimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan.
Konflik berkepanjangan ini memicu gangguan pasokan energi global yang signifikan dan mendorong kenaikan harga minyak. Dampaknya, risiko inflasi meningkat dan memperbesar peluang bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga.
Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas, karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Secara keseluruhan, sejak pecahnya konflik, harga emas tercatat telah turun hampir 10%, mencerminkan tekanan yang cukup besar di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global.