JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia tertekan pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026) pagi. Pelemahan ini karena tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi berkepanjangan.
Harga emas hari ini terlihat 0,1% menjadi US$ 4.704,3 per ons troi saat berita ditulis. Pelemahan ini memperpanjang koreksi setelah pekan lalu logam mulia tersebut merosot sekitar 2,5%, sekaligus memutus tren kenaikan selama empat pekan berturut-turut.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga melemah 0,42% ke level US$ 4.720,89 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, tekanan terhadap emas terjadi di tengah menguatnya dolar AS, yang membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Di saat bersamaan, kenaikan harga minyak turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang lebih tinggi dan potensi suku bunga bertahan lebih lama di level tinggi (higher for longer).
Ketidakpastian geopolitik juga membebani sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran dapat membuka komunikasi jika ingin mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua bulan. Namun, ia menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Upaya perdamaian antara AS dan Iran masih menemui jalan buntu. Bahkan, rencana kunjungan dua utusan AS ke Pakistan sebagai mediator konflik dibatalkan, sehingga menambah ketidakpastian terhadap prospek penyelesaian konflik tersebut.
Kondisi ini mendorong harga minyak naik, sementara dolar AS menguat dan kontrak berjangka saham AS justru melemah. Gangguan terhadap ekspor energi dari kawasan Timur Tengah juga turut mengguncang pasar global menjelang rangkaian pertemuan bank sentral pekan ini.
Permintaan Fisik Emas