Harga Emas Digital Hari Ini, Selasa 21 April 2026: TerjerembapHarga Emas Digital Hari Ini, Selasa 21 April 2026: Terjerembap

Harga Emas Terus Merosot Akibat Konflik Baru AS-Iran

Share
Share

SINGAPURA, Detiktoday.com – Harga emas kembali mencatatkan penurunan setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan balasan terhadap Iran. Tindakan militer ini dipicu oleh insiden penembakan helikopter militer AS, yang kini mengancam stabilitas gencatan senjata di kawasan Timur Tengah.

Harga emas sempat anjlok hingga 1,2% ke level US$ 4.210 per ons sebagaimana dikutip Bloomberg internsional, Rabu (10/6/2026). Angka ini melanjutkan tren penurunan sebesar 1,6% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Serangan AS ini dilakukan sebagai respons atas klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter AS di lepas pantai Oman. Sementara itu, media pemerintah Iran IRIB melaporkan adanya enam ledakan di Pulau Qeshm, Selat Hormuz.

Konflik terbaru ini berisiko menutup kembali jalur transit energi vital di Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan melalui akunnya di media sosial X, negaranya tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan.

Di sisi lain, harga minyak mentah sempat rebound pada Rabu pagi. Lonjakan harga energi ini memicu kekhawatiran global akan inflasi yang lebih tinggi, yang mendorong bank sentral cenderung mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Kebijakan suku bunga yang tinggi menjadi hambatan besar bagi emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Analisis Teknis dan Prospek Emas

Saat ini, harga emas tercatat sekitar 20% lebih rendah dibandingkan posisi sebelum perang dimulai pada akhir Februari 2026. Penembusan harga di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average) telah memicu aksi jual masif dari investor institusional.

“Kami memperkirakan pergerakan harga emas akan semakin rentan dalam jangka pendek seiring meningkatnya prospek kenaikan suku bunga,” ujar Suki Cooper selaku Kepala Riset Komoditas Global di Standard Chartered Plc. Ia menambahkan, level dukungan teknis (support level) berikutnya bagi emas berada di kisaran US$ 4.100 per ons.

Hingga Rabu pagi, harga emas spot diperdagangkan turun 0,9% ke level US$ 4.223,82 per ons. Logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium juga terpantau melemah.

Secara historis, emas sering dianggap sebagai aset pelindung (safe haven) saat terjadi perang.

Namun, dalam situasi saat ini, emas justru tertekan oleh dinamika ekonomi makro yang lebih dominan. Ketika konflik geopolitik memicu lonjakan harga minyak, inflasi global cenderung meningkat, yang kemudian memaksa bank sentral untuk menahan atau menaikkan suku bunga guna meredam laju kenaikan harga.

Bagi investor, memegang emas menjadi kurang menarik dibandingkan aset berbunga tinggi atau mata uang dolar yang menguat di tengah ketidakpastian suku bunga. Faktor inilah yang membuat emas mengalami tekanan jual meskipun ketegangan militer di Timur Tengah sedang memuncak.

Share