Harga Minyak Anjlok, Harapan Meredanya Konflik AS dan Iran MenguatHarga Minyak Anjlok, Harapan Meredanya Konflik AS dan Iran Menguat

Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah dalam Tiga BulanHarga Minyak Anjlok ke Level Terendah dalam Tiga Bulan

Share
Share

HOUSTON, Detiktoday.com Harga minyak dunia merosot lebih dari 3% pada perdagangan Jumat (12/6/2026) dan menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir. Penurunan terjadi setelah pasar semakin yakin bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai yang dapat mengakhiri konflik di kawasan Teluk.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup turun US$ 3,05 (3,37%) ke level US$ 87,33 per barel, posisi terendah sejak awal Maret. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 2,83 (3,23%) menjadi US$ 84,88 per barel, level terendah sejak 17 April.

Pelaku pasar menilai peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran semakin besar setelah muncul laporan mengenai penyusunan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara kedua negara.

“Apa yang mendorong pasar turun adalah pernyataan dari Iran bahwa terdapat nota kesepahaman dengan AS,” kata Mitra Again Capital John Kilduff.

Seorang sumbermengatakan kepada Reuters bahwa nota kesepahaman untuk menghentikan perang di kawasan Teluk berpotensi ditandatangani paling cepat pada Minggu (14/6/2026), dengan Jenewa, Swiss, disebut sebagai lokasi yang paling mungkin dipilih.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan, nota kesepahaman tersebut belum ditandatangani dan isi kesepakatan masih dapat berubah.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan udara terhadap Iran. Sementara itu, kantor berita Mehr melaporkan bahwa negosiasi tahap akhir akan difokuskan pada isu nuklir dan ekonomi, tanpa membahas program rudal Iran.

Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, juga melaporkan bahwa pembicaraan terkait program nuklir akan berlangsung dalam periode 60 hari setelah nota kesepahaman resmi ditandatangani.

Analis PVM Oil Associates Tamas Varga mengatakan, pasar kembali digerakkan oleh perkembangan berita utama terkait geopolitik. “Kepercayaan pasar semakin besar bahwa kesepakatan pada akhirnya akan tercapai dan Selat Hormuz akan kembali dibuka,” ujarnya.

Stok Minyak Rendah

Share