Phintraco Sekuritas menambahkan, investor global juga akan mencermati sejumlah agenda penting pekan ini, mulai dari perkembangan konflik AS-Iran, pertemuan OPEC+, hingga rencana pencatatan saham perdana (IPO) SpaceX di Nasdaq yang diperkirakan menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dunia.
Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas mengatakan, pasar akan menunggu sejumlah data ekonomi penting, antara lain cadangan devisa Mei 2026 pada 8 Juni, indeks kepercayaan konsumen Mei 2026 pada 10 Juni, dan data penjualan ritel April 2026 pada 11 Juni.
Phintraco Sekuritas menambahkan, pasar domestik juga masih dibayangi berbagai kekhawatiran, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, spekulasi mengenai kemungkinan Rapat Dewan Gubernur (RDG) darurat Bank Indonesia, rumor pergantian Menteri Keuangan dan Gubernur BI.
Ditambah lagi, lanjut Phintraco Sekuritas, kekhawatiran penurunan peringkat utang Indonesia oleh S&P dan potensi penurunan status pasar modal Indonesia menjadi frontier market oleh MSCI. “Untuk itu, IHSG pekan ini diprediksi masih fluktuatif dengan rentang support 5.400-5.500 dan resistance 5.700-5.800,” papar Phintraco Sekuritas.
Meski sentimen negatif masih mendominasi, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham justru dijagokan cuan, yaitu PT Sumber Global Energy Tbk (EMAS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).