JAKARTA, Detiktoday.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah pada perdagangan, Senin (20/4/2026).
Adapun menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu, berlanjutnya aksi jual investor asing, pelemahan nilai tukar rupiah dan masih tingginya ketidakpastian konflik di Timur Tengah berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.570-7.505 dan resist 7.700-7.760,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Senin (20/4/2026).
Mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu, indeks di bursa Wall Street ditutup menguat cukup signifikan setelah Iran membuka secara penuh selat Hormuz untuk kapal komersial paska Amerika mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama sepuluh hari.
Dalam unggahan di media sosial X di hari Jumat, menteri luar negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi menyatakan seiring tercapainya gencatan senjata di Lebanon maka selat Hormuz dibuka secara penuh untuk kapal komersial selama berlangsungnya gencatan senjata tersebut.
Meskipun demikian, kapal yang akan melewati selat Hormuz harus melalui jalur yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Iran.
Seiring dengan pengumuman tersebut, harga minyak mentah mengalami penurunan cukup signifikan, untuk jenis WTI terkoreksi hingga 12% sedangkan jenis Brent turun 9%.
Terkoreksi dalamnya harga minyak mentah membuat kekhawatiran investor terhadap peluang terjadinya lonjakan inflasi mereda.
CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham ADRO, AADI, PTBA, ASII, EMAS, dan TINS untuk trading, Senin (20/4/2026).