
Detiktoday.com – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Nia Purnakania, SH., M.Kn. menekankan pentingnya langkah konkret dalam memperkuat sistem pengawasan pangan di Jawa Barat. Ia menilai kesiapan pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor kunci dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat.
Menurut Nia, tren kenaikan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri merupakan siklus tahunan yang harus diantisipasi dengan perencanaan matang. Tanpa pengawasan dan koordinasi yang baik, kondisi tersebut berpotensi memicu ketidakseimbangan pasokan serta lonjakan harga di sejumlah daerah.
“Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota perlu memastikan stok dalam kondisi aman. Distribusi harus dipantau secara menyeluruh, mulai dari gudang hingga ke pasar rakyat,” ujar Nia di Bandung, Kamis (26/2).
Ia menyoroti pentingnya sinergi antara dinas perdagangan, dinas ketahanan pangan, serta aparat pengawas untuk melakukan inspeksi berkala. Langkah ini dinilai efektif dalam mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga oleh oknum tidak bertanggung jawab. Selain itu, Nia juga mendorong pemanfaatan data digital untuk memantau pergerakan harga secara real time sehingga respons kebijakan dapat dilakukan lebih cepat.
“Perlindungan terhadap konsumen harus menjadi prioritas utama. Ia menyebut kelompok masyarakat berpenghasilan rendah paling rentan terdampak ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan signifikan,” tegas legislator PDI Perjuangan tersebut.
Lebih lanjut, Nia mengusulkan agar pemerintah daerah memperluas pelaksanaan pasar murah dan bazar pangan bersubsidi di berbagai titik, khususnya di wilayah padat penduduk. Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasar.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi publik yang transparan terkait kondisi stok dan harga pangan. Informasi yang jelas dan akurat, menurutnya, dapat mencegah munculnya kepanikan di tengah masyarakat yang kerap memicu aksi borong.
“Kepercayaan publik harus dijaga. Jika masyarakat mengetahui bahwa stok cukup dan distribusi terkendali, maka situasi akan tetap kondusif,” katanya.
Menutup pernyataannya, Nia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama secara optimal menjelang Ramadan. Ia menilai momentum ini bukan hanya soal peningkatan konsumsi, tetapi juga ujian bagi pemerintah dalam memastikan keadilan akses pangan bagi seluruh warga Jawa Barat.
Leave a comment