Kanwil Kemenkum Jambi Dorong Produk Indikasi Geografis Tembus Pasar Digital Lewat Tokopedia dan TikTok Shop – Detiktoday.com

Kanwil Kemenkum Jambi Dorong Produk Indikasi Geografis Tembus Pasar Digital Lewat Tokopedia dan TikTok Shop – Detiktoday.com

Share
Share

Detiktoday.com, JAMBI – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi melalui Divisi Pelayanan Hukum mengikuti Workshop On Boarding Produk Indikasi Geografis Indonesia ke Tokopedia dan TikTok Shop yang diselenggarakan secara daring oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melalui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi tersebut diikuti Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Diana Yuli Astuti, Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, Amat Djoemadi, serta jajaran Tim Bidang Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Jambi.

Workshop juga menghadirkan Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI, Fajar Sulaeman Taman, serta narasumber dari Tokopedia dan TikTok Shop, Surya Sastriando.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan pemasaran produk Indikasi Geografis (IG) Indonesia melalui pemanfaatan platform perdagangan digital.

Melalui pemanfaatan marketplace, produk-produk Indikasi Geografis diharapkan semakin dikenal masyarakat luas, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Dalam arahannya, Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Fajar Sulaeman Taman, menekankan pentingnya penggunaan Logo Indikasi Geografis sebagai identitas resmi yang menunjukkan keaslian, kualitas, dan karakteristik khas suatu produk yang berasal dari wilayah geografis tertentu.

Menurutnya, pencantuman logo Indikasi Geografis pada produk yang dipasarkan melalui marketplace dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Logo Indikasi Geografis menjadi penanda penting bagi konsumen untuk mengenali keaslian dan kualitas suatu produk. Dengan pencantuman logo pada platform marketplace, produk Indikasi Geografis dapat memiliki nilai tambah sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen,” ujarnya.

Fajar juga menegaskan bahwa marketplace menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan daerah. Kehadiran produk Indikasi Geografis pada etalase digital dinilai mampu memperkuat branding produk lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat penghasil.

Pada sesi berikutnya, narasumber dari Tokopedia dan TikTok Shop memaparkan berbagai materi teknis terkait proses onboarding produk, pembuatan toko daring, pengelolaan katalog produk, hingga pemanfaatan fitur-fitur pemasaran yang tersedia pada platform digital.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai strategi pemasaran digital melalui peningkatan kualitas konten, penguatan identitas produk, pemanfaatan program promosi, kampanye platform, serta penggunaan fitur live shopping untuk meningkatkan interaksi dengan konsumen.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum Jambi, Diana Yuli Astuti, menegaskan komitmen Kanwil Kemenkum Jambi dalam mendukung pengembangan, promosi, dan komersialisasi produk Indikasi Geografis yang berasal dari Provinsi Jambi.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi peluang besar bagi produk unggulan daerah untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kanwil Kementerian Hukum Jambi siap mendampingi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis dalam mengoptimalkan pemanfaatan platform digital. Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi produk Indikasi Geografis sekaligus memperkuat perlindungan dan promosi produk unggulan daerah,” kata Diana.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya penggunaan Logo Indikasi Geografis serta strategi pemasaran digital yang efektif melalui marketplace.

Kanwil Kementerian Hukum Jambi berharap produk-produk Indikasi Geografis asal Provinsi Jambi semakin dikenal masyarakat, memiliki daya saing yang lebih tinggi, serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah asal produk tersebut.

Share