Kariyasa Adnyana Soroti Keterbatasan Kuota PIP Kuliah di Bali, Desak Penambahan Anggaran

Kariyasa Adnyana Soroti Keterbatasan Kuota PIP Kuliah di Bali, Desak Penambahan Anggaran

Share
Share

Denpasar, Detiktoday.com – Minat masyarakat Bali untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi terus meningkat setiap tahunnya. 

Namun, tingginya antusiasme tersebut belum diimbangi dengan kuota bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Kuliah yang memadai.

Anggota DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, mengungkapkan bahwa kebutuhan bantuan finansial untuk mahasiswa di Bali masih sangat tinggi, khususnya bagi kelompok masyarakat kurang mampu.

Baca: Ini Deretan Program Ganjar Pranowo Yang Berhasil Tekan Angka

“Walaupun angka kemiskinan di Bali secara nasional tergolong paling rendah, minat belajar untuk melanjutkan ke perguruan tinggi terus meningkat, terutama di kalangan keluarga yang tidak mampu secara ekonomi,” ujar Kariyasa usai memimpin pertemuan dengan Rektor dan Sivitas Akademika UHN I Gusti Bagus Sugriwa dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik di Denpasar, Bali, Selasa (19/5).

Kariyasa menjelaskan bahwa selama ini perguruan tinggi di Bali masih mengeluhkan terbatasnya kuota PIP Kuliah yang mereka terima. Padahal, bantuan tersebut merupakan fondasi utama yang menjaga agar mahasiswa dari keluarga prasejahtera tidak putus kuliah.

Sebagai komitmen nyata, politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal penambahan anggaran PIP Kuliah dan memastikan penyalurannya tepat sasaran.

Secara khusus, ia memberikan atensi bagi UHN I Gusti Bagus Sugriwa sebagai salah satu pilar pendidikan keagamaan.

“Kita ingin kontribusi penambahan anggaran PIP ini jelas dan betul-betul direalisasikan. Terlebih, ini (UHN Sugriwa) adalah satu-satunya perguruan tinggi negeri Hindu. Tentu bantuan ini sangat dinantikan oleh warga kurang mampu agar proses belajar-mengajar mereka tidak terhambat,” tegasnya.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

Berdasarkan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Hindu Kementerian Agama, Kariyasa menyebutkan sudah ada usulan penambahan anggaran yang diprioritaskan untuk bantuan pendidikan tinggi.

Menariknya, legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Bali ini menegaskan bahwa perjuangan penambahan kuota ini tidak boleh tebang pilih. Ia berkomitmen agar manfaat bantuan pendidikan tersebut juga menyasar mahasiswa di kampus swasta.

“Walaupun jumlahnya saat ini diakui masih sangat terbatas, bantuan beasiswa ini sangat dirasakan manfaatnya untuk menopang pendidikan tinggi di Bali, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta,” pungkas Kariyasa.

Share