Karolin Tantang Calon Birokrat Muda Kuasai Data hingga Bahasa Mandarin

Karolin Tantang Calon Birokrat Muda Kuasai Data hingga Bahasa Mandarin

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa, M.H., menantang para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat untuk mempersiapkan diri menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang berdaya saing global. Karolin menegaskan, tata kelola pemerintahan modern masa depan mutlak harus digerakkan oleh akurasi data dan penguasaan teknologi.

Dalam kuliah umum bertajuk tata kelola pemerintahan modern di era digital tersebut, Karolin mengingatkan generasi muda—khususnya Gen Z—untuk keluar dari zona nyaman jika ingin membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

“Kalau kita mau berdaya saing global, kita harus mau melihat ke luar, mau terus belajar, serta menguasai bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin,” ujar Karolin di hadapan ratusan praja IPDN Kalbar, Selasa (26/5/2026).

Sebagai tokoh yang berpengalaman di dunia legislatif (DPR RI dua periode) dan eksekutif, Karolin menekankan pentingnya kepatuhan birokrasi terhadap aturan main. Ia meminta para praja kelak tidak melihat birokrasi yang kaku sebagai beban, melainkan sebagai tameng hukum saat bertugas di lapangan.

“Birokrat tidak boleh jauh-jauh dari aturan. Jangan pandang itu sebagai musuh Anda. Bagi birokrat, SOP (Standard Operating Procedure), aturan, dan undang-undang itulah pelindung setia Anda,” tegas alumnus Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya tersebut.

Ia juga mengkritik kelemahan birokrasi masa lalu yang kerap mengabaikan validitas angka. Di era digital, pengambilan keputusan kebijakan publik tidak boleh lagi berdasarkan asumsi semata.

Baca: Kisah Keluarga Ganjar Pranowo Jadi Inspiratif Banyak Pihak

“Data sekarang menjadi sesuatu yang sangat penting. Kita kadang-kadang melupakan data, padahal birokrasi masa depan harus kuat di data,” ungkapnya.

Menutup pemaparannya yang selaras dengan refleksi semangat emansipasi perempuan, Karolin mendorong para praja wanita untuk tidak ragu mengejar karier dan jabatan strategis di pemerintahan. Menurutnya, hambatan struktural saat ini sudah runtuh berkat regulasi negara yang kian inklusif.

“Di dunia yang penuh ketidakpastian, keberanian menjadi hal yang paling penting bagi perempuan untuk terlibat. Negara sudah menyediakan tempat, regulasi, dan kesempatan. Tinggal kita berani atau tidak menjawab tantangan itu,” pungkas Karolin.

Share