JAKARTA, Detiktoday.com – Meredanya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang gencata senjata selama 60 hari, membuka kembali Selat Hormuz dan merundingkan program nuklir Teheran telah mengerek harga emas di pasar spot. Kenaikan harga komoditas ini diyakini menjadi katalis panas bagi saham emas.
Sontak, laporan kerangka strategis guna mengakhiri konflik tersebut langsung membuat harga minyak mentah dunia turun sebesar -2,14% ke posisi US$87.016 per barel. Begitupun, harga minyak Brent yang terkoreksi sebesar -2,19% ke posisi US$90.666 per barel, saat berita ini ditulis. Sebaliknya, harga emas global justru menguat US$42,46 (0,97%) ke level US$4.538 per troy ounce. Penguatan tersebut antara lain juga dipengaruhi oleh ketidakpastian yang masih membayangi dan keputusan The Fed yang diperkirakan menahan kenaikan suku bunga.