Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Rieke Diah Pitaloka, mendesak pemerintah untuk menindak tegas tanpa pandang bulu oknum-oknum yang diduga menyalahgunakan dana jemaah haji.
Desakan ini mencuat setelah adanya temuan sejumlah jemaah yang telantar dan tidak mendapatkan fasilitas layak di Tanah Suci.
Rieke menyoroti kasus jemaah haji Indonesia yang terpaksa tidur di luar tenda di Mina—sebuah insiden yang belakangan ini viral dan menjadi sorotan tajam masyarakat.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Komitmennya Untuk Berantas KKN
“Saya yakin pemerintah tidak akan ragu untuk #sikatMafiaHaji tanpa pandang bulu. Bismillah, Allah buka kebenaran atas siapapun dan apa pun kezaliman yang terjadi,” ujar Rieke dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (29/5).
Politikus PDI Perjuangan ini juga memberikan dukungan moral kepada para petugas yang bekerja dengan jujur, sekaligus menyentil pihak-pihak yang bermain curang.
“Semangat bestie di Kemenhaj, Konjen, dan seluruh petugas haji yang amanah. Bagi yang tidak amanah, kita doakan Allah membuka kelakuan tak berperikemanusiaan yang tidak adil dan tidak beradab tersebut,” tambahnya.
Di sisi lain, Rieke mengaku bangga dengan kehadiran Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025. Menurutnya, musim Haji 2026 ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh kementerian khusus.
“Pemerintah dan DPR RI bergandengan tangan. Alhamdulillah, ada perbaikan dalam beberapa hal yang pada musim-musim sebelumnya sempat berantakan,” kata Rieke.
Kendati memberikan apresiasi atas perbaikan kinerja, legislator daerah pemilihan Jawa Barat ini menyayangkan mengapa masih saja ada oknum nakal yang tega mempermainkan hak-hak jemaah di tempat suci.
Baca: Ganjar Dukung KPK Perketat Syarat Pemimpin
“Namun di tengah perjuangan tersebut, di Mina—tempat yang sangat bermakna dalam sejarah perjuangan keislaman Nabi Muhammad SAW—Allah membuka mata kita yang terbatas, bahwa masih ada indikasi oknum pihak yang nekat mengemplang uang haji rakyat,” sesalnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan curang oknum tersebut berdampak langsung pada kenyamanan ibadah para jemaah di lapangan.
“Akibatnya, masih ada jemaah haji Indonesia yang tidak mendapatkan haknya. Ada yang tidak dapat tenda, atau fasilitas tendanya kurang baik dan tidak sesuai dengan yang seharusnya mereka terima,” pungkas Rieke.