
Detiktoday.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberikan klarifikasi terkait dugaan kebocoran data pelamar dalam proses rekrutmen pegawai yang sempat ramai diperbincangkan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa pihak kementerian saat ini tengah melakukan penelusuran internal atas peristiwa tersebut.
Nezar menjelaskan, pemeriksaan dugaan kebocoran data itu ditangani langsung oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemkomdigi. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi sumber permasalahan serta mengetahui faktor yang menyebabkan data pelamar dapat terbuka.
“Saat ini masih ditelusuri dan diperiksa oleh Itjen. Kami ingin mengetahui di mana letak kesalahan dan mengapa hal tersebut bisa terjadi,” ujar Nezar kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurutnya, proses investigasi sepenuhnya dilakukan secara internal untuk memastikan setiap potensi kelalaian dapat diidentifikasi dengan jelas. Pemeriksaan juga menyasar Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (Ditjen Infradigi), mengingat unit tersebut menaungi proses rekrutmen yang dimaksud.
Lebih lanjut, Nezar menegaskan bahwa sistem rekrutmen di Kemkomdigi sejatinya tidak menggunakan platform terbuka seperti Google Drive (G-Drive). Ia menekankan bahwa kementerian di bawah kepemimpinan Meutya Hafid telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur proses rekrutmen secara ketat.
Menanggapi viralnya informasi terkait terbukanya data pelamar di media sosial, Nezar memastikan pihaknya segera mengambil langkah cepat. Data yang sempat terbuka telah ditutup, dan mekanisme rekrutmen langsung dialihkan ke sistem baru yang dinilai lebih aman.
“Kami mengetahui kecerobohan tersebut hanya berlangsung singkat. Setelah itu segera ditutup dan diganti dengan saluran lain menggunakan platform yang lebih aman,” pungkasnya.
Leave a comment