Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, menegaskan dirinya saat ini masih memprioritaskan tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat di tingkat nasional. Di tengah munculnya berbagai spekulasi mengenai kemungkinan dirinya maju dalam kontestasi politik di Kabupaten Pangandaran,
Ida menegaskan belum memiliki pemikiran ke arah tersebut dan memilih fokus menjalankan amanah yang diberikan masyarakat melalui DPR RI.
“Saya ini kader partai. Kader partai itu ditempatkan di mana saja harus siap dan harus mau,” kata Ida Nurlaela, dikutip Rabu (10/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Ida sebagai respons atas berbagai dukungan dan spekulasi publik yang mengaitkan namanya dengan kemungkinan melanjutkan estafet kepemimpinan di Kabupaten Pangandaran. Sebagaimana diketahui, suaminya, Jeje Wiradinata, merupakan mantan Bupati Pangandaran yang telah memimpin daerah tersebut selama dua periode.
Sebagai kader PDI Perjuangan, Ida mengakui setiap kader harus memiliki kesiapan untuk menjalankan penugasan partai di berbagai bidang dan tingkatan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa saat ini belum ada pembahasan ataupun keputusan terkait kemungkinan dirinya maju dalam kontestasi politik daerah.
Menurut Ida, fokus utamanya saat ini adalah menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran di DPR RI. Ia menilai keberadaan perempuan di parlemen nasional memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kebijakan negara tetap memperhatikan prinsip kesetaraan dan keadilan gender.
“Kami sebagai wakil rakyat, terutama perempuan, memiliki peran penting dalam menentukan kebijakan di Negara Republik Indonesia. Kehadiran perempuan di dunia politik juga penting agar tidak termarjinalkan atau diabaikan,” ucap Ida menjelaskan visi politiknya.
Legislator yang berasal dari daerah pemilihan Jawa Barat tersebut menilai keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif masih menjadi kebutuhan penting dalam sistem demokrasi. Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan, berbagai persoalan yang berkaitan dengan hak-hak perempuan dan kelompok rentan dapat lebih diperhatikan dalam penyusunan kebijakan publik.
Terkait harapan sebagian masyarakat yang menginginkannya kembali ke Pangandaran sebagai pemimpin daerah, Ida menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang dapat ditentukan secara pribadi. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan politik memiliki mekanisme dan pertimbangan yang harus dijalani sesuai dengan ketentuan partai.
Selain itu, Ida mengaku telah memiliki pengalaman panjang dalam mendampingi kepemimpinan daerah selama suaminya menjabat sebagai Bupati Pangandaran. Pengalaman tersebut, menurutnya, telah memberikan kesempatan untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah selama bertahun-tahun.
“Kalau misalkan ada harapan masyarakat untuk menjadi pimpinan daerah di Kabupaten Pangandaran, itu bukan kewenangan saya untuk menentukan. Saya juga sudah puas mendampingi Bapak menjadi pimpinan daerah. Saat ini kami menikmati tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat,” ungkap Ida.
Meski demikian, Ida tidak menutup kemungkinan adanya dinamika politik di masa mendatang. Namun ia menilai pembahasan mengenai pemilihan kepala daerah masih terlalu dini untuk dilakukan saat ini, mengingat fokusnya masih tertuju pada pelaksanaan tugas sebagai anggota DPR RI.
Menurutnya, saat ini yang lebih penting adalah memastikan berbagai program pembangunan dan kebijakan nasional dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk masyarakat di daerah pemilihannya.
“Kalau nanti bertanya soal itu, nanti saja. Sekarang masih lama,” jelasnya.
Melalui penegasan tersebut, Ida berharap masyarakat Pangandaran dapat memahami bahwa prioritasnya saat ini adalah mengoptimalkan perannya di parlemen nasional. Ia ingin memastikan aspirasi masyarakat, khususnya dari daerah pemilihannya, dapat diperjuangkan melalui berbagai kebijakan dan program yang dibahas di DPR RI.
Dengan fokus pada kerja-kerja legislasi dan penguatan peran perempuan dalam politik, Ida menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan amanah rakyat sebaik-baiknya. Ia juga berharap keberadaan perempuan di ruang-ruang pengambilan keputusan semakin kuat sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan bangsa dan daerah.