Magelang, Detiktoday.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menggandeng BPJS Kesehatan Kabupaten Magelang untuk menggelar sosialisasi intensif mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Langkah ini diambil guna mendorong kesadaran warga dalam mengaktifkan kepesertaan mereka di tengah lonjakan klaim medis secara nasional.
Sosialisasi yang berlangsung di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, pada Kamis (18/6/2026) tersebut, diikuti oleh sedikitnya 250 perwakilan warga dari berbagai kecamatan.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Vita membeberkan data krusial mengenai kondisi keuangan BPJS Kesehatan di tingkat pusat. Saat ini, rasio klaim secara nasional sudah sangat tinggi dan menyentuh angka di atas 108 persen, sehingga menguras dana cadangan neto.
“Ketika iuran dari kepesertaan hanya terkumpul Rp14 triliun setiap bulan, sementara klaimnya mencapai Rp16 triliun, artinya ada kekurangan Rp2 triliun setiap bulannya,” ungkap Vita di sela-sela acara.
Melalui kegiatan ini, Vita berharap masyarakat dapat memahami pentingnya gotong royong dalam menjaga keberlangsungan program JKN. Pengaktifan kepesertaan dan kelancaran pembayaran iuran dinilai menjadi kunci utama. Di sisi lain, legislator tersebut memastikan seluruh aspirasi warga mengenai kendala di lapangan akan dijadikan bahan evaluasi.
“Beberapa masukan dari warga akan menjadi catatan bagi BPJS Kesehatan maupun bagi kami di DPR RI. Tujuannya agar tata kelola dan pelayanan bisa terus ditingkatkan, sehingga hak layanan kesehatan masyarakat benar-benar terpenuhi,” tambah Vita.
Verifikasi Data dan Tingkat Keaktifan di Magelang
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Magelang, Maya Susanti, menekankan bahwa perlindungan kesehatan harus disiapkan sebelum masa sakit tiba. Ia meminta masyarakat memastikan status kepesertaan mereka tetap aktif, baik yang ditanggung oleh pemerintah maupun secara mandiri.
“Jangan sampai nanti tiba waktunya mendapat musibah sakit, tetapi belum memiliki perlindungan, itu akan repot sendiri. Kalau sudah aktif, maka kapan pun dan di mana pun, warga tidak perlu khawatir lagi memikirkan biaya berobat,” jelas Maya.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Menanggapi pertanyaan terkait pembekuan sejumlah kartu kepesertaan, Maya mengonfirmasi bahwa pemerintah pusat memang sedang melakukan proses verifikasi dan validasi data secara nasional. Kebijakan ini diambil demi memastikan bantuan jaminan kesehatan dari pemerintah tepat sasaran.
Khusus untuk wilayah Kabupaten Magelang, Maya mengapresiasi instruksi Bupati Grengseng Pamuji kepada jajarannya yang bergerak cepat melakukan validasi data di lapangan. Langkah tersebut berhasil mendongkrak tingkat keaktifan warga setempat hingga di atas 70 persen.
“Angka di atas 70 persen itu sudah bagus dan menunjukkan adanya peningkatan. Kami mengingatkan kembali bagi masyarakat yang ikut jalur mandiri agar rutin membayar iuran setiap bulan supaya kepesertaannya tetap stabil dan aktif,” pungkasnya.