Laba BBCA Versus Konsensus

Laba BBCA Versus Konsensus

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencetak laba bersih (bank only) sebesar Rp 4,9 triliun pada Mei 2026 atau turun 2%, namun naik 1% mom.

“Hasil ini membuat realisasi laba bersih (bank only) BCA (BBCA) selama Januari-Mei 2026 menjadi Rp 25,7 triliun. Ini setara 42,4% dari estimasi konsensus untuk laba bersih konsolidasi 2026,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, Rabu (17/6/2026).

Bandingkan dengan realisasi laba bersih (bank only) BBCA selama Januari-Mei 2025 yang mencapai 43,7% dari laba bersih konsolidasi 2025.

Pertumbuhan laba bersih BBCA selama Januari-Mei 2026 didorong oleh kenaikan pre-provision operating profit (PPOP) sebesar 2% yoy. Kenaikan PPOP ditopang oleh pertumbuhan non-interest income sebesar 9% yoy.

Adapun pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) cenderung flat (-1% yoy) akibat penurunan margin di tengah pertumbuhan kredit yang moderat sebesar 5% yoy per Mei 2026.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan (upgrade) rekomendasi untuk sektor perbankan menjadi overweight dari sebelumnya netral. Saham BCA (BBCA) menjadi pilihan utama dengan target harga tinggi.

Overweight berarti investor disarankan memiliki porsi investasi lebih besar di sektor tersebut dibandingkan bobot normalnya dalam portofolio atau indeks acuan.

Peningkatan rekomendasi ini didasari oleh pandangan bahwa penurunan harga saham bank selama ini terlalu dalam dan tidak lagi mencerminkan fundamental yang sebenarnya.

“Di sektor perbankan, BBCA tetap menjadi pilihan utama, yang diikuti oleh Bank BTPN Syariah (BTPS),” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.

BBCA dan BTPS dinilai memiliki kombinasi yang menarik berupa ROA (return on assets) yang kuat. Ini mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aset.

Selain itu, tingkat leverage relatif rendah, sehingga lebih mampu menahan dampak apabila terjadi kenaikan biaya kredit (cost of credit/CoC).

BBCA mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang tinggi tanpa harus meningkatkan leverage. Dengan kata lain, peningkatan profitabilitas bank ini tidak bergantung pada penambahan risiko melalui ekspansi pendanaan.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham BBCA dengan target harga tinggi mencapai Rp 10.900.

BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan buy saham BTPS dengan target harga Rp 1.400.

Risiko utamanya jika kualitas aset dan kredit memburuk secara signifikan, serta tekanan terhadap margin bunga bersih (net interest margin/NIM) lebih besar dari perkiraan.

Share