Detiktoday.com, PALI – Jeritan rakyat Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) soal langka dan mahalnya gas elpiji 3 kg jauh dari selesai. Saat masyarakat dicekik harga meroket, Disperindag Kabupaten PALI buka suara soal tembok birokrasi yang dihadapi dari Pertamina.
Kepala Disperindag PALI, Ida Martini, ungkap kekecewaan terhadap sistem pengaduan resmi Pertamina. Dalam wawancara eksklusif di kantornya, Kamis (9/6/2026), Ida tegaskan pihaknya sudah tempuh jalur resmi. Carut-marut distribusi gas subsidi dilaporkan ke Call Center 135 Pertamina Patra Niaga.
Alih-alih solusi, laporan via kanal resmi itu seolah tak dianggap ada.
“Kami sudah melaporkan persoalan carut-marut elpiji tiga kilogram ini ke Call Center 135 Pertamina Patra Niaga. Tapi kenyataannya apa? Tidak pernah ada respons, tidak ada tindak lanjut. Kami seperti berteriak di ruang hampa,” tegas Ida Martini.
Pernyataan ini konfirmasi mandulnya sistem pengawasan Pertamina dalam merespons keluhan lapangan. Ketidakpedulian penyedia energi ini perparah kondisi PALI. Masyarakat dan UMKM jadi pihak paling dirugikan.
*Catatan Rentetan Kegagalan*
Ketidakmampuan Pertamina respons laporan resmi pemda hanya satu dari rentetan kegagalan jaga ketersediaan energi rakyat kecil. Dimulai dari jeritan warga saat harga gas melon tembus harga tak wajar.
Harga yang mencekik picu tuduhan pembiaran berjamaah terhadap Pemda, DPRD, Polres, dan Kejari PALI. Aktivis PGK, PMII, dan tokoh Tanah Abang sebut Disperindag mandul. Tuntut APH seret agen nakal. Warga Simpang Raja tuntut penegakan hukum tegas.
UMKM menjerit operasional terganggu. Kondisi diperparah aksi “prank” oknum pejabat Disperindag ke wartawan di tengah krisis. Dalih dinas luar saat rakyat butuh aksi nyata. Tokoh masyarakat tuding eksekutif hingga APH gagal hadapi mafia energi.
Pimpinan Disperindag akui tak punya taji di hadapan mafia. Legislatif meradang dan jadwalkan pemanggilan. Temuan segel tabung rusak bahayakan konsumen. Terbongkar modus pangkalan di Pendopo jual hak rakyat PALI ke Muba dan Musi Rawas. Ironi: kuota 5.129 tabung/hari tersedia, tapi di pasar tetap langka dan mahal.
*Upaya Konfirmasi*
Tim wartawan sudah upaya konfirmasi ke Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Rabu (17/6/2026). Terkait laporan Disperindag PALI ke Call Center 135 yang tak direspons. Hingga berita terbit, belum ada jawaban resmi. Detiktoday.com akan terbitkan hak jawab bila dapat keterangan resmi dari Pertamina Patra Niaga Sumbagsel.