Menjinakkan Bom Waktu Kredit Digital Paylater

Menjinakkan Bom Waktu Kredit Digital Paylater

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com — Perekonomian global pada 2026 diprediksikan merupakan fase “normal baru yang rapuh”. Setelah konflik geopolitik di Timur Tengah memanas kembali pada akhir Februari 2026, pasar komoditas terkejut, dengan harga minyak mentah bergejolak antara US$100 dan US$150 per barel (Bloomberg Commodity Index, 2026). Bagi Indonesia, disrupsi ini merupakan ancaman nyata terhadap stabilitas inflasi dan daya beli domestik, bukan sekadar angka di pasar.

Di tengah fragmentasi geo-ekonomi yang memaksa negara-negara memilih sekutu dagang, Indonesia tetap berpegang pada posisi non-blok untuk mengamankan akses pasar. Namun, fenomena domestik yang tumbuh subur di celah-celah kebutuhan ekonomi, ledakan kredit digital melalui fitur Buy Now Pay Later (BNPL), membuat tekanan dari sumber luar ini menjadi lebih buruk.

Share