Sumbawa, Detiktoday.com – Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan, Maria Yohana Esti Wijayati, membeberkan alasan mendasar di balik terpilihnya Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah perdana turnamen bola voli bergengsi, Soekarno Volley Cup.
Menurut Esti, penunjukan Sumbawa tidak lepas dari ikatan historis yang kuat antara Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, dengan pulau tersebut.
”Bung Karno tercatat sedikitnya dua kali mengunjungi Pulau Sumbawa pada era 1950-an untuk bertemu langsung dengan masyarakat,” ungkap Esti.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Esti menjelaskan bahwa turnamen ini digelar pada bulan Juni karena bertepatan dengan Bulan Bung Karno.
Bulan ini memiliki tiga momentum penting bagi bangsa Indonesia:
1 Juni: Hari Lahir Pancasila
6 Juni: Hari Lahir Bung Karno
21 Juni: Hari Wafat Sang Proklamator
Penyelenggaraan berbagai kegiatan sepanjang Juni ini, lanjut Esti, merupakan bentuk penghormatan nyata terhadap jasa dan pemikiran besar Bung Karno dalam membangun fondasi bangsa.
Terkait pemilihan cabang olahraga, Esti menyebut bola voli dipilih karena merupakan salah satu olahraga yang paling digemari masyarakat Indonesia setelah sepak bola dan bulu tangkis.
DPP PDI Perjuangan pun telah merancang Soekarno Volley Cup agar berkembang menjadi turnamen kerakyatan berskala nasional.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
“Ini baru titik awal di Kabupaten Sumbawa. Ke depan, kami sudah merancang agar Soekarno Volley Cup menjadi event besar yang digelar di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial sekaligus mendukung prestasi Indonesia di ajang internasional,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Esti berpesan kepada seluruh peserta untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan kompetisi ini sebagai perekat persatuan, bukan pemicu permusuhan.
“Ketika Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya dikumandangkan di ajang internasional, tidak ada lagi sekat agama, suku, ras, maupun partai politik. Itulah yang diajarkan Bung Karno tentang persatuan dan kesatuan. Bertandinglah dengan sportif!” pungkasnya