Detiktoday.com, KAPUAS HULU — Seminggu terakhir, setiap kali hendak melintas di Jembatan Jerenjang-Kenerak, warga Kecamatan Seberuang dan Semitau selalu menahan napas. Papan kayu yang lapuk, berlubang, dan bergeser seakan siap menelan siapa saja yang lengah.
Jembatan yang menjadi urat nadi penghubung 2 kecamatan ini hampir lumpuh. Namun kini, cerita duka itu berubah. Lewat semangat gotong royong dan kepedulian CSR PT Dutanusa Lestari (PT DNL) Region Sejiram, jembatan itu bangkit kembali. Lebih kokoh, lebih aman.
Jembatan di ruas jalan penghubung Desa Jerenjang – Desa Kenerak, Kecamatan Seberuang ini bukan sekadar penghubung desa. Ini adalah satu-satunya akses utama yang menghubungkan Kecamatan Seberuang dengan Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu.
Di atasnya setiap hari bergulir ekonomi warga. Truk sawit, mobil sayur, motor pelajar, hingga ambulans desa. Semua bergantung di sini.
Namun akhir Juli 2026, mimpi buruk itu datang. Saat dilakukan pengecekan, warga menemukan kondisi jembatan sudah sangat memprihatinkan.
Papan lantai kayu sudah lapuk dimakan usia, patah di tengah, dan bergeser dari dudukannya. Beberapa titik menganga. Saat hujan, jembatan menjadi licin dan goyang.
“Beban kendaraan yang lewat tiap hari terlalu berat untuk usia kayu yang sudah puluhan tahun. Kalau tidak segera diperbaiki, kami yakin tinggal tunggu waktu untuk ambruk dan makan korban,” kata Jeje Wirhamudin Humas PT. DNL saat berbincang dengan Detiktoday.com. Senin (3 Agustus 2026)
Selama itu, distribusi hasil pertanian dan perkebunan terhambat. Ibu-ibu takut antar anak sekolah. Pedagang menunda kiriman barang. Ekonomi 2 desa seperti ditahan.
“Melihat kondisi darurat, Pemerintah Desa Jerenjang dan Kenerak serta kecamatan langsung bergerak. Surat permohonan bantuan dan laporan kondisi dikirim, “ujar Jeje.
Kemudian, doa warga pun terjawab. PT DNL Region Sejiram melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyatakan siap membantu.
“Perusahaan menyalurkan bantuan material berupa kayu dan perlengkapan, serta dukungan teknis di lapangan, “bebernya.
Lanjut Jeje, tapi yang membuat perbaikan ini istimewa adalah caranya. Tidak ada kontraktor. Yang ada adalah semangat gotong royong.
“Dari pemerintah kecamatan, TNI – Polri pemuda, perangkat desa, bahu-membahu. Ada yang membongkar papan lapuk, ada yang mengangkat kayu baru, ada yang memaku. Di bawah terik matahari Kapuas Hulu, mereka bekerja demi satu tujuan menyelamatkan akses hidup mereka, “tutur Jeje.
Perbaikan difokuskan pada 3 hal:
penggantian total papan lantai yang rusak.
perkuatan struktur rangka yang melemah.
perataan permukaan jembatan agar aman untuk roda dua maupun roda empat.
Melihat jembatan yang kini sudah kokoh, RC Ismanto Ariwibowo tak bisa menyembunyikan rasa lega dan bangganya.
“Jembatan ini adalah akses hidup masyarakat Seberuang dan Semitau. Bayangkan kalau ini putus. Ekonomi mati, anak sekolah tidak bisa berangkat, orang sakit susah ke puskesmas. Dengan diperbaikinya jembatan ini, kami berharap mobilitas warga kembali lancar dan risiko kecelakaan bisa kita tekan seminimal mungkin,” tegas RC Ismanto Ariwibowo.
Ia juga menitipkan pesan penting:
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga. Rawat jembatan ini. Karena merawat jembatan sama artinya merawat masa depan kita bersama.”pesannya.
Rasa terima kasih juga datang dari pimpinan wilayah. Camat Semitau, Rapli menyebut perbaikan ini adalah hadiah besar bagi masyarakat di ujung Kapuas Hulu.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Semitau, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT DNL Region Sejiram atas kepeduliannya melalui CSR. Juga kepada masyarakat yang luar biasa semangat gotong royongnya,” ujar Camat Semitau.
“Dampaknya sangat besar dan langsung. Alhamdulillah sekarang, dengan jembatan yang sudah baik, roda ekonomi warga kembali bernafas. Konektivitas antara Seberuang dan Semitau kembali hidup,” lanjutnya.
Kini, suara derit papan lapuk sudah hilang. Yang tersisa hanya suara kendaraan yang melintas lancar. Anak sekolah bisa berangkat tanpa takut. Petani bisa membawa hasil panen tanpa cemas.
RC Ismanto Ariwibowo menambahkan bantuan CSR PT DNL Region Sejiram ini diharapkan dapat mendukung kelancaran konektivitas antar kecamatan, mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, serta menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah perbatasan.
“Dari “jembatan maut” menjadi “jembatan harapan”. Kisah Jerenjang-Kenerak membuktikan satu hal ketika perusahaan, pemerintah, dan rakyat bersatu, tidak ada infrastruktur yang terlalu rusak untuk diperbaiki, “pungkasnya mengakhiri. (*)