JAKARTA, Detiktoday.com – Kebijakan bank sentral menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah pergerakan pasar valuta asing (foreign exchange/forex). Karena itu, memahami keputusan dan sinyal dari bank sentral penting bagi investor dan trader untuk membaca tren pergerakan mata uang global.
Broker global JustMarkets menjelaskan, keputusan terkait suku bunga, pernyataan kebijakan moneter, proyeksi inflasi, hingga perkiraan pertumbuhan ekonomi dapat memengaruhi nilai suatu mata uang terhadap mata uang lainnya.
Di pasar forex, mata uang diperdagangkan secara berpasangan sehingga nilainya bersifat relatif. Dengan demikian, suatu mata uang dapat menguat bukan hanya karena fundamental ekonominya membaik, tetapi juga karena bank sentral negara tersebut dinilai lebih agresif dibandingkan bank sentral lainnya.
Sebagai contoh, ketika bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mengisyaratkan kenaikan suku bunga sementara Bank Sentral Eropa (ECB) tetap mempertahankan kebijakan yang longgar, dolar AS secara historis cenderung menguat terhadap euro.
Menurut JustMarkets, salah satu penggerak utama tren di pasar forex adalah perbedaan arah kebijakan atau divergensi antarbank sentral. Perbedaan tersebut menciptakan kesenjangan suku bunga, ekspektasi pasar, dan arus modal antarnegara.
Ada tiga faktor yang menjelaskan bagaimana divergensi kebijakan memengaruhi pasar. Pertama, perbedaan suku bunga yang mendorong aliran modal ke negara dengan tingkat bunga lebih tinggi.
Kedua, ekspektasi pasar yang umumnya telah memperhitungkan dampak kebijakan sebelum keputusan resmi diumumkan. Ketiga, sentimen risiko investor yang dapat memperkuat atau justru mengurangi dampak kebijakan moneter.
Arah Pasar Forex