Harga Emas Menguat Usai Selat Hormuz DibukaHarga Emas Menguat Usai Selat Hormuz Dibuka

Pakar Beberkan Arah Harga Emas, Waspadai Koreksi ke Level IniPakar Beberkan Arah Harga Emas, Waspadai Koreksi ke Level Ini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.comHarga emas dunia berpotensi mengalami koreksi jangka pendek setelah mencatat reli agresif dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Meski tren jangka pendek masih cenderung bullish, analis memperkirakan logam mulia tersebut dapat bergerak turun menuju area support US$ 4.119 per ons troi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Harga emas spot menutup perdagangan pekan ini di level US$ 4.210,52 per ons troi. Sepanjang pekan ini harga emas tercatat melemah 2% lebih dan sempat menyentuh titik terendah US$ 4.023,10 per ons troi, level terendah sejak akhir 2025.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan pergerakan emas pada timeframe H1 menunjukkan perubahan tren yang cukup kuat dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir bahkan berhasil membawa emas mencapai target resistance yang sebelumnya telah diproyeksikan.

Kondisi tersebut mencerminkan minat beli yang masih kuat di pasar. Namun, setelah penguatan yang berlangsung cukup cepat, harga mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. “Setelah mencapai area resistance utama, harga berpotensi mengalami koreksi terlebih dahulu untuk membangun fondasi baru sebelum melanjutkan pergerakan selanjutnya,” ujar Geraldo dalam risetnya, Sabtu (13/6/2026)..

Menurut dia, koreksi yang terjadi lebih bersifat teknikal atau rebalancing price setelah reli yang cukup agresif. Dalam kondisi seperti ini, pasar biasanya membutuhkan fase konsolidasi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

Secara teknikal, Geraldo mengatakan, area US$ 4.119 per ons troi diperkirakan menjadi target koreksi terdekat sekaligus level support penting yang akan dicermati pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan.

Geraldo mengatakan, sinyal koreksi juga terlihat dari terbentuknya swing high yang valid setelah kenaikan tajam sebelumnya. Selain itu, pergerakan harga mulai tertahan di sekitar area Moving Average (MA) 21 dan MA 34 yang selama ini menjadi area dinamis bagi pergerakan harga jangka pendek.

“Dari sisi indikator, stochastic juga mulai menunjukkan pelemahan momentum. Setelah sempat berada di area overbought atau jenuh beli, indikator tersebut kini bergerak turun yang mengindikasikan berkurangnya kekuatan buyer,” papar Geraldo.

Meski demikian, Geraldo menegaskan bahwa potensi koreksi belum tentu mengubah tren utama pasar. Selama harga mampu bertahan di area support penting, peluang untuk kembali melanjutkan penguatan masih terbuka.

Faktor Fundamental Masih Membayangi

Share