JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia diprediksi kembali naik seiring memanasnya geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur.
Harga emas dunia diprediksi bergerak dalam rentang US$ 4.389 per troy ounce sampai US$ 4.851 per troy ounce untuk sepekan ke depan.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa berlanjutnya kenaikan harga emas akan didukung oleh sentimen terkait ketegangan konflik di Timur Tengah, di mana militer Amerika Serikat melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal tanker Iran.
Adapun di Eropa Timur, di mana konflik belum menunjukkan tanda akhir antara Rusia dan Ukraina.
“Jika mengalami kenaikan, resistance pertama harga emas di US$ 4.702 per troy ounce dan resistance kedua di US$ 4.851 per troy ounce,” kata Ibrahim dalam keterangannya, dikutip pada Senin (11/5/2026).
Ibrahim juga mengungkapkan, harga emas masih akan didukung oleh faktor pasokan dan ketersediaan (supply and demand) yang dipenagruhi oleh besarnya pembelian emas batangan di antara bank-bank sentral global.
“Salah satunya bank sentral China (PBOC) yang memperkuat cadangan devisa nasional di kuartal pertama melakukan pembelian sebanyak 7,15 ton. Ini mengindikasikan bahwa bank sentral memanfaatkan (momen) saat harga emas mengalami penurunan,” bebernya.
Namun, Ibrahim juga tidak mengesampingkan peluang harga emas kembali terkoreksi.
Jika turun, support pertama di US$ 4.520 per troy ounce dan support kedua di US$ 4.389 per troy ounce,” ungkap dia.