Harga Emas Keok, Pasar Takut The Fed Kembali GarangHarga Emas Keok, Pasar Takut The Fed Kembali Garang

Pakar Sebut Tren Harga Emas BerbalikPakar Sebut Tren Harga Emas Berbalik

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.comHarga emas dunia berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (4/6/2026) setelah menunjukkan sinyal pembalikan arah atau rebound dari tekanan jual yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Harga emas hari ini terlihat menguat 0,66% ke US$ 4.463,67 per ons troi saat berita ditulis.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai, tren pergerakan emas mulai berbalik positif dengan peluang kenaikan menuju level US$ 4.526 per ons troi. Pergerakan pasangan harga emas pada grafik H4 berhasil bertahan di area support penting US$ 4.430 per ons troi.

Setelah menyentuh level tersebut, tekanan jual mulai mereda dan pasar menunjukkan respons beli yang cukup kuat. “Kondisi ini terlihat dari terbentuknya swing low yang mengindikasikan pasar mulai berupaya menghentikan tren penurunan sebelumnya,” ujar Geraldo dalam risetnya, Kamis (4/6/2026).

Dari sisi teknikal, Geraldo menambahkan, harga emas saat ini membentuk pola Falling Wedge, yang kerap dianggap sebagai sinyal awal perubahan tren dari bearish menuju bullish. Pola tersebut biasanya muncul ketika tekanan jual mulai melemah dan pelaku pasar mulai kembali melakukan akumulasi.

Selain itu, Geraldo menambahkan, indikator stochastic juga menunjukkan sinyal yang mendukung penguatan harga. Indikator tersebut bergerak naik dan mengindikasikan momentum beli mulai meningkat setelah sebelumnya berada dalam tekanan.

“Jika momentum positif berlanjut, harga emas berpeluang menguji area resistance pertama di level US$ 4.496 per ons troi. Apabila level tersebut berhasil ditembus, peluang kenaikan menuju area US$ 4.526 per ons troi akan semakin terbuka,” papar Geraldo.

Menurut Geraldo, area resistance tersebut menjadi titik krusial untuk menentukan apakah penguatan yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara atau menjadi awal tren bullish yang lebih kuat.

Ditopang Sentimen Global

Share