JAKARTA, Detiktoday.com – Sejak awal tahun 2026, tekanan terus menghujam saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan menyeret saham bank swasta terbesar di Tanah Air ini hingga ke level terendah selama lima tahun terakhir di Rp5.975. Meski demikian, kalangan analis melihat, fundamental yang solid dan penurunan yang makin terbatas, membuka peluang saham emiten beraset Rp1.640,83 triliun ini untuk bangkit kembali.
Sepanjang tahun 2026, saham berkode BBCA ini telah terkoreksi 26,01% (ytd) ke level Rp5.975 pada penutupan perdagangan Senin (27/4/2026). Penurunan valuasi tersebut dinilai lebih banyak dipengaruhi sentimen eksternal, termasuk tekanan risk-off global, kekhawatiran terkait MSCI, dan dinamika outlook rating, ketimbang pelemahan kinerja inti perseroan. Di mana valuasi saat ini diyakini tidak mencerminkan tingkat profitabilitas dan ketahanan laba yang dimiliki.