MUMBAI, Detiktoday.com – Permintaan emas di India terpantau melemah pada pekan ini, dipicu volatilitas harga global dan pelemahan nilai tukar rupee yang menahan minat beli. Sebaliknya, pasar China justru menunjukkan penguatan dengan kenaikan premi emas menjelang libur panjang Hari Buruh.
Dikutip dari Reuters, pelaku pasar menyebut, aktivitas pembelian emas di India menurun signifikan setelah periode festival Akshaya Tritiya, yang biasanya menjadi salah satu pendorong utama permintaan.
“Setelah Akshaya Tritiya, kunjungan ke toko perhiasan turun tajam dan permintaan ritel melemah cukup signifikan,” ujar Managing Director CapsGold Chanda Venkatesh.
Dealer emas di India menawarkan diskon hingga US$ 5 per ons atau premi hingga US$ 9 per ons di atas harga domestik resmi (termasuk bea impor 6% dan pajak penjualan 3%). Angka ini turun dari pekan sebelumnya yang sempat mencapai premi hingga US$ 15 per ons, tertinggi sejak awal Februari.
Harga emas domestik India sendiri berada di kisaran 150.300 rupee per 10 gram atau setara Rp 27,47 juta (kurs, Rp 182,77), setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan di 155.065 rupee pada awal April.
Selain faktor harga, pelaku industri juga menyebut pasokan emas dari tukar tambah perhiasan lama cukup melimpah, sehingga menahan pembelian baru oleh peritel.
“Perhiasan lama yang ditukar cukup banyak, sehingga toko tidak terburu-buru melakukan pembelian baru. Permintaan juga diperkirakan tetap lemah karena harga masih tinggi,” ujar seorang dealer bullion di Mumbai.
Secara global, harga emas tercatat masih naik sekitar 11% sejak awal tahun, didorong peningkatan pembelian emas batangan dan koin serta akumulasi oleh bank sentral, meskipun permintaan perhiasan turun 23% pada kuartal I-2026, menurut laporan World Gold Council (WGC).
China Menguat Jelang Libur